• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Rasionalitas Natuna, Antara Investasi dan Harga Diri

6 January
07:08 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Selamat pagi Indonesia. Dugaan pelanggaran batas teritori Indonesia yang merupakan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia tentu harus ditangani tuntas. Ini bukan persoalan sederhana. Semua pihak di tanah air memastikan bahwa China alias Tiongkok telah melanggar konvensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengenai Hukum Laut Internasional 1982.

Indonesia dan China sudah memahami konvensi tersebut, termasuk hak Zona Ekonomi Eksklusif. Secara hukum, China juga paham akan konvensi tersebut, sehingga mereka menggunakan istilah Traditional Fishing Ground bagi para nelayannya yang memgambil ikan di wilayah orang lain secara hukum. Akhirnya, melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, protes pun disampaikan. Kalau mau menarik tali sejarah, bukan Indonesia saja yang protes, akan tetapi negara lain seperti Vietnam juga pernah protes hal yang sama pada tahun lalu.

Menariknya, di tengah keramaian suara soal pelanggaran nelayan China yang didukung Pasukan Penjaga Pantai atau Coast Guard mereka, mengemuka sikap hati-hati dan rasional oleh Menko Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan. Ia menilai, kesalahan Indonesia sendiri yang tidak secara intens melakukan aktivitas eksplorasi di wilayah tersebut. Sikap tersebut dapat dimaklumi, sebab ada hubungan investasi dari China yang sangat besar ke Indonesia saat ini. 

Karena itu, wajar Menko Maritim dan Investasi memandang lebih rasional persoalan dugaan pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di perairan Natuna. Ini sepertinya yang perlu juga diperhatikan. Demikian  komentar, selamat pagi.

Penulis  :  Widhie Kurniawan, Pimred Pusat Pemberitaan 

Tentang Penulis

Miechell Octovy Koagouw

Miechell Octovy Koagouw Editor RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00