• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Perlu Melakukan Langkah Penanganan Ular Secara Efektif dan Tuntas

18 December
07:16 2019

Masuknya Ular-ular yang berada di perkampungan warga harus segera diantisipasi. Sebab, bagaimanapun sejumlah ular adalah salah satu jenis binatang berbahaya. 


Kendati yang banyak masuk ke perkampungan warga, seperti di Citayam, Pasar Minggu, Depok, Klaten, Salatiga, bahkan di dalam jamban dan juga dalam apartemen di Cengkareng masih tergolong anak ular, namun tetap saja, ular adalah ular.

Menurut catatan, secara umum Indonesia memang sarangnya ular. Ada 360 jenis ular di Indonesia, dan 76 di antaranya berbiasa, termasuk salah satu yang berbisa adalah jenis kobra. Kita juga masih ingat ada seorang artis dangdut Irma Bule yang tewas digigit ular.

Di Auatralia hanya ada 200 jenis ular dan di malaysia yang sama sama tropis hanya ada 100 jenis ular. Di seluruh dunia, ada 125 ribu orang tewaa tiap tahun karena digigit ular.

Menurut Pakar Serum Anti Bisa Ular SABU, dokter Tri Maharani dari Universitas Brawijaya, serum anti bisa jumlahnya terbatas dan mahal. Sementara itu, banyak warga tidak paham bagaimana menangani korban gigitan ular, sehingga potensi mengakibatkan kematian.

Di Indonesia sendiri, sangat sesikit catatan jumlah korban akibat gigitan ular, karena dianggap hanya sebagai musibah.

Terkait dengan banyaknya ditemukan ular, sejumlah pihak menyoroti kerusakan lingkungan dan habitat ular di alam, sehingga ular tersebut mencari sarang di seputar rumah warga.

Hal ini pun disampaikan oleh seorang pawang ular yang dikenal sebagai Panji sang Petualang. Boleh-boleh saja menyebut lingkungan dan ekosistem rusak sebagai penyebab banyaknya ular di permukiman warga.

Namun, untuk mengantisipasi bahaya digigit ular, maka langkah yang dibutuhkan sekarang adalah melakukan penanganan secara efektif dan tuntas. Apalagi yang banyak ditemukan di permukimam warga adalah jenis ular kobra Jawa atau Naja Sputattix dengan jangkauan semburan bisa hingga satu meter.

Bahkan jenis Kobra Jawa, meski yang banyak ditemukan  masih tergolong anak kobra, namun kekuatan bisanya tetap dapat mematikan. Karena itu, jangan main-main dengan banyaknya ular kobra yang banyak maauk dipermukiman warga.

Oleh Widhie Kurniawan, Redaktur Senior RRI.

Tentang Penulis

Syarif Hasan Salampessy

Redaktur Puspem LPP RRI

00:00:00 / 00:00:00