• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kebijakan Gubernur DKI Dianggap Kurang Teliti

17 December
07:38 2019

KBRN, Jakarta : Banyak kebijakan Pemda DKI di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dipertanyakan oleh publik.Hal itu dilakukan karena dianggap tidak detail, kurang teliti dan dianggap kurang memperhitungkan dampak dari kebijakan tersebut. Bukan saja soal jalan macet, tapi juga kebijakan lain, salah satunya adalah pemberian penghargaan Adikarya Wisata atas Diskotek Colosseum.

 Penghargaan itu anehnya dicabut lagi. Gubernur DKI Jakarta juga diprotes soal izin DWP atau Djakarta Warehouse Project. Belum lagi soal anggaran TGUPP. Anies Baswedan juga diprotes karena anak buahnya, seorang lurah di Jelambar Grogol Petamburan, bikin test perpanjangan masa tugas sebagai PPSU dengan cara masuk got rame-rame.

Hal itu mengakibatkan sang Lurah dicopot Anies. Harusnya pejabat lebih tinggi juga diperiksa.Banyak hal belakangan ini mengindikasikan persoalan pada manajemen kepemimpinan Anies Baswedan. Di sini seolah ada masalah dalam span of control. Itu adalah protes sejumlah orang atas kebijakan yang sifat dampaknya tidak permanen. Sedangkan yang permanen ada juga, tapi belum ditanggapi secara serius oleh Anies. Salah satu contoh yang makin menprihatinkan adalah nasib pengendara kendaraan bermotor akibat macet karena makin disempitkan jalannya, dan sering pula kena tilang karena kebijakan ganjil genap. Kebijakan pelebaran trotoar bagus-bagus saja, tapi harusnya bukan mempersempit jalur kendaraan bermotor.

Jadinya, makin sempit itu jalan. Belum lagi ditambah jalur sepeda. Sudah disiapkan beberapa waktu, tapi belum banyak juga yang menggunakan jalur sepeda, kendati promonya Anies, jarak Rawamangun ke Balaikota lebih cepat naik sepeda daripada naik mobil. Namun ya jadi korban lagi-lagi pengendara kendaraan bernotor. Tapi luar biasanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, orang protes banyak hal, dia anggap biasa saja.

Bahkan pada tingkat menteri yang menkritisi Anies, juga tidak diindahkan. Termasuk pula saat ada anggota DPRD DKI Jakarta menyoal anggaran lem Aibon, maka yang dianggap bersalah bukan kebijakan Pemda DKI, tapi anggota DPRD tersebut dianggap melanggar kode etik yang ada.

Itulah luar biasanya Anies Baswesan, Gubernurnya orang Jakarta di ibukota yang sekarang. Jadi kalau soal macet-macet di Jakarta karena pelebaran trotoar, kata Anies, itu adalah Growing Pain, sakit karena dalam proses penyembuhan. Jadi..dinikmati saja.

Tentang Penulis

Tsalisa Nur Aini

Tsalisa 

00:00:00 / 00:00:00