• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Direktur Utama Garuda, Cukup Sudah

6 December
07:30 2019

Memteri Badan Usaha Milik Negara, BUMN Erick Thohir semakin kuat menggunakan tajinya. Bila bukan lalu baru membuat ramai jagat BUMN dengan penunjukkan Basuki alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina, maka kemarin taji itu digunakan untuk menghabisi karir I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.

Persoalan pencopotan ini dalam ukuran rupiah bagi seorang Direktur Utama bisa jadi tidak besar, akan tetapi kita harus mengapresiasi Kementerian BUMN yang menyoroti aspek Good Corporate Governance dan aspek integritas. Tidak ada ruang lagi bagi orang yang tidak berintegritas.

Pemberhentian tersebut memang baru disampaikan dalam jumpa pers, akan tetapi sebagai pemegang saham Mayoritas, pemerintah melalui kementerian BUMN tentu sudah paham prosedurnya.

Adalah Erick Thohir , Menteri BUMN yang sering geram dengan perilaku sejumlah pimpinan BUMN selama ini. Perilaku yang ditunjukkan oleh Ari Askhara jelas tidak etis, karena melakukan pengiriman barang memanfaatkan fasilitas negara yang bukan untuk keperluan komersil.  Pengiriman barang dengan memanfaatkan kargo barang penumpang pesawat Garuda yang baru dibeli jelas perbuatan tidak etis.

Beberapa waktu sebelumnya, menteri erick thohir juga sempat menyoroti perilaku pimpinan BUMN yang makan di restoran mewah, padahal perusahaanya sedang tidak sehat. Ini juga perilaku yang dianggap tidak etis oleh menteri BUMN.

Saatnya memang membenahi BUMM supaya sehat dan memperbaiki kinerja serta etika para pimpinannya.BUMN itu, bagaimanapun adalah asset negara yang dibiayai oleh rakyat. Jadi, bila ada yang melakukan tindakan tidak etis, maka itu juga berarti menciderai perasaan rakyat.

Karena itu, prinsip integritas juga perlu ditegakkan, bahkan termasuk proses pidananya, sebab menurut pihak Bea Cukai, ada kerugian negara di dalamnya. Nasib Direktur Utama Garuda Indonesia, selesai sudah, dan ini menjadi pembelajaran bagi semua pimpinan BUMN.

Namun, I Gusti Ngurah Askhara Danasiputra masih memiliki hak membela diri di dalam hukum. Bila merasa tidak bersalah, tentunya dapat dilakukan upaya hukum lain. Kalau memamg bersih, pasti berani. Tapi bila tidak, maka cukuplah sampai di sini. ( Wiidhie Kurniawan) 

Tentang Penulis

Andi Permadi

SUPER ULTIMATE ADMIN

00:00:00 / 00:00:00