• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Rencana Perpanjangan Izin FPI, Bukti Pemerintah Masih Perhitungkan Keberadaan Ormas Islam

28 November
07:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemerintah dan Ormas Front Pembela Islam (FPI) sudah mulai membuka komunikasi kendati masih abu-abu. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa FPI adalah organisasi kemasyarakatan yang diperhitungkan pemerintah. Adalah tiga menteri, yakni Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Agama Fahrul Razi membahas khusus soal perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) FPI. Ini jelas indikasi bahwa FPI diperhitungkan. Apalagi, kendati masa berlakunya SKT tersebut telah berakhir Juni lalu, para pejabat tinggi pemerintah masih berupaya mencarikan solusi agar SKT FPI dapat diperpanjang. Baik sekali pemerintah kepada FPI. Bisa jadi, ini pendekatan baru pemerintah terhadap organisasi kemasyarakatan FPI. Menurut Menteri Agama Fahrul Razi di Jakarta kemarin, tinggal persoalan kata Khilafah pada anggaran Dasar dan Rumah Tangga FPI yang masih belum tuntas. Sebelumnya, Menteri Agama sudah menjelaskan bahwa FPI telah membuat pernyataan setia pada Pancasila dan NKRI. Kendati tidak disebutkan oleh siapa pernyataan setia pada Pancasila dan NKRI, maka anggap saja sudah ada itikad untuk berkomunikasi. Ada satu hal yang menarik kemarin dalam jumpa pers di kantor Menko Polhukam, yakni banwa Menurut Menko Polhukam Mahfud MD, setiap warga negara secara konstitusi memiliki hak berserikat dan berkumpul. FPI juga memiliki hak yang sama, sepanjang sesuai dengan norma yang berlaku. Kondisi ini sebenarnya menjadi catatan bukan saja bagi FPI akan tetapi bagi sekuruh organisasi kemasyrakatan agar berpijak pada norma di Indonesia, termasuk kata khilafah. Indonesia adalah final. Negara kesatuan Relublik Indonesia yang kita junjung bersama berdasar Pancasila dan Konstitusi UUD 1945. Demikian Komentar. Selamat pagi.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00