• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Heboh..! Ungkapan Menteri Agama Mengenai Cadar dan Celana Cingkrang

1 November
17:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Soal cadar dan celana cingkrang, cukup mengganggu perasaan dan pemikiran Menteri Agama Republik Indonesia, Jenderal TNI Purnawirawan Fahrul Razi. 

Saat rapat Menteri dalam lingkup Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Agama menyinggung soal itu. 

Fenomena cadar dan celana cingkrang memang mulai ramai dikenakan sejumlah orang. Pada tahun 1980-an, pernah juga ada fenomena semacam ini. 

Apa yang disampaikan Menteri Agama sejatinya tidak perlu dipermasalahkan dulu, sebab ia hanya menyampaikan fenomena yang disaksikannya. 

Lebih khusus, Menteri Agama mengaitkan penggunaan celana cingkrang atau di atas mata kaki dan cadar atau penutup wajah kecuali mata di Instansi Pemerintah. 

Ia pun memastikan bahwa pihaknya tidak dalam kapasitas melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang, namun sekedar hanya memberi rekomendasi. 

Kendati demikian, ungkapan Menteri Agama Fahrul Razi tersebut menjadi konsumai para netizen. Mereka ramai membicarakan mulai dari pro dan kontra hingga mengulas dari perspektif agama. 

Sementara itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menyatakan bahwa hal itu diserahkan pada masing-masing kementerian dan instansi. 

Berdasarkan kajian empat Mazhab Agama Islam, Maliki, Hambali, Hanafi dan Syafii, cadar itu berbeda-beda ketentuannya. 

Kalangan Nahdlatul Ulama menyebut Khilafiyah, tidak ada kewajibanya. Sedangkan celana cingkrang ada kajian mengenai sebab diturunkannya Hadits soal itu. 

Karena itu, adalah sah-sah saja Menteri Agama memberikan rekomendasi mengenai celana cingkrang dan cadar atau niqab. 

Bisa jadi yang digunakan sebagai alasan adalah kepantasan bagi pegawai pemerintah di dalam lingkup instansi pemerintah dan bukan bagi masyarakat umum. 

Para pimpinan instansi pemerintah dapat menjadikan rekomendasi tersebut sebagai referensi di lingkungannya masing-masing. 

Kendati demikian, perlu juga dijadikan catatan bahwa rekomendasi tersebut tidak dikaitkan dengan isu-isu yang tendensius. 

Selain juga, ada baiknya, hal-hal yang memunculkan kontroversi tidak dimasuki dulu oleh Menteri Agama. 

Lebih fokus pada tugas dan fungsi Menteri Agama menjadikan rakyat Indonesia berbudipekerti luhur, berakhlaq mulia, tidak korup dan saling tasamuh atau toleran antar masing pemeluk agama.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00