• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Derita Pendatang Berujung Petaka Di Wamena

4 October
14:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Mimpi buruk yang terjadi di Wamena menjadi kenyataan pahit ibarat hati seakan disayat sembilu, namun dibalik peristiwa dimaksud ada hal yang tersirat yang perlu kita maknai sebagai bagian yang utuh dalam bingkai NKRI.  

Kondisi Wamena Papua kini berangsur kondusif walaupun sebelumnya sempat menjadi mimpi buruk bagi warga asli maupun pendatang dengan aksi yang terjadi pada 23 September 2019 lalu.
 

Mereka meski menerima kenyataan pahit bahwa situasi Wamena membuat hati seakan tersayat sembilu. Sejumlah pendatang turut menjadi korban akibat kerusuhan di Wamena.
 

Derita para pendatang di Wamena akibat peristiwa tersebut yakni puluhan warga meninggal serta rumah dan harta benda ludes akibat terjadinya kebakaran dan lain sebagainya.
 

Sekitar ribuan warga diungsikan dari Wamena ke daerah yang aman di Papua bahkan ada yang kembali ke daerah asalnya. Namun ada juga sebagian warga yang diselamatkan oleh orang Papua, dengan diungsikan ke Gereja. Hal ini dilakukan tujuannya untuk menjaga keamanan warga dari para perusuh.
 

Dari ribuan warga yang mengungsi, paling banyak adalah para pendatang. Kerusuhan di Wamena yang menelan puluhan korban jiwa, membuat pendatang ketakutan dan trauma berat. Sebagian pendatang ingin pulang kampung lantaran takut terjadi kembali kerusuhan.
 

Meski begitu, pihak Polri menegaskan bahwa perusuh tidak mengincar warga pendatang. Yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang mereka incar kalau itu bukan pendatang…???
 

Akibat dari aksi yang terjadi di Wamena, kini Wamena bak kota mati, untuk sementara waktu dan untuk ribuan warga yang bertempat tinggal disana masih terpaksa mengungsi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
 

Walaupun warga masih trauma dengan kondisi yang terjadi di Wamena, tetapi ada asa dibalik tragedi tersebut. Mereka yang telah bertahun-tahun membangun kehidupan disana, mengaku masih ingin kembali guna melanjutkan roda perekonomian.

Tentang Penulis

Silanno Romans

Editor RRI Sungailiat

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00