• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Peluang Indonesia Untuk Ekspansi Perdagangan ke Benua Afrika

24 August
20:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Afrika adalah masa lalu dan masa depan Indonesia. Saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, maka salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah negara di Afrika, Mesir. Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 juga menjadi salah satu warisan besar Indonesia.

Bisa bangsa-bangsa di Afrika sempat terabaikan. Kini secara perlahan potensi buat hubungan antara Indonesia dengan bangsa-bangsa di Afrika terus diperkuat. Salah satunya dengan pertemuan Infrastrustur di Bali belum lama ini yang dibuka Oleh Presiden Joko Widodo.

Secara politik, suara negara-negara di Afrika juga penting. Saat Indonesia mencalonkan diri menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Persatuan Bangsa Bangsa (DKPBB) salah satu pendukungnya berasal dari negara di Afrika.

Potensi ekonomi dapat menjadi prospek yang baik, sebab Afrika memiliki Sumber Daya Alam (SDA) melimpah terutama minyak, tambang dan mineral.

Sampai saat ini Indonesia masih defisit neraca perdagangan, karena impor mencapai 15,514 Milyar Dollar Amerika (USD), sedangkan ekspor mencapai hanya 15, 45 Milyar Dollar Amerika (USD). Defisit ini teruslah ditutup dan bila mungkin dapat surplus.

Potensi yang dapat diangkat adalah produk Sumber Daya Manusia Indonesia. Secara umum potensi potensi sumber daya manusia Indonesia dapat dikembangkan secara  baik, karena pasar di Amerika sangat luas. Juga pembangunan infrastruktur yang ada di kawasan Afrika.

Namun sayang untuk menuju Afrika bukan saja diperlukan kemampuan dan skill,  akan tetapi juga mental keberanian. Disini salah satu problemnya. Kalah dengan bangsa Tiongkok yang sudah luas merambah Afrika. Bangsa Indonesia membutuhkan mental petarung untuk sampai di Afrika. 

Sumber Daya Manusia unggul bisa bikin Indonesia maju, dan makin maju bila memiliki mental petarung. Bertarung dengan bangsa lain dan bukan dengan bangsa sendiri.


Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00