• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Penumpang Gelap Terkait Masalah Papua

23 August
12:07 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Akhirnya semakin tampak penumpang gelap terkait masalah Papua dalam sepekan terakhir ini. Peristiwa yang terjadi di Malang dan Surabaya seakan memiliki kaitan kuat dengan sejumlah aksi di Manokwari, Jayapura, Sorong, Fakfak dan Timika.  

Peristiwa di Malang dan Jawa Timur bisa jadi hanya triger off atau pemantik belaka.   Buktinya, sejumlah orang, termasuk di antaranya para pemuda dan mahasiswa Papua di Jakarta melakukan aksi sambil membawa simbol bendera berwana merah biru. Simbol bendera semacam itu jelas bukan sejalan dengan bendera Merah Putih.

Selain itu, pilihan kata atau diksi para pengunjuk rasa semakin menjurus dan diperkuat melalui tulisan pada baliho spanduk mereka. Agak vulgar dan terang-terangan. Penggunaan lambang tersebut bisa jadi memunculkan emosi sejumlah pihak.  

Bila hal itu terjadi pada zaman orde baru era Presiden Soeharto,  pasti urusannya sudah selesai. Tidak ada ruang bagi ide separatisme. 
Namun kini zamannya Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo.  

Presiden Joko Widodo memang harus serius menuntaskan masalah Papua, termasuk pula masalah dengan statement Gubernur Papua Lukas Enembe melalui sejumlah media massa. Menyimak situasi semacam ini terkait Papua, maka langkah yang dilakukan Presiden Joko Widodo harus serius dan tidak mudah terprovokasi.

Aksi demonstrasi di Jakarta kemarin adalah provokasi agar aparat negara melakukan aksi balasan. Bersyukurnya, aparat negara bersikap bijak dan persuasif.  Bijak, Sabar, dan Tuntas adalah penting di sini.  

Bisa jadi, aksi yang dilakukan oleh pemuda mahasiswa Papua di Jakarta, di Papua dan di Papua Barat, tampak banyak, padahal mereka hanya segelintir orang belaka.
Sebagian besar orang Papua, masih cinta NKRI. Mereka dalam diam mencintai Indonesia.

Presiden Joko Widodo harus memastikan, seluruh aparat negara, baik sipil maupun keamanan, tidak boleh terpancing provokasi yang dilakukan pihak tertentu.

Secara faktual kelompok yang berbeda simbolnya dengan Merah Putih pasti ada, akan tetapi mereka tidak mewakili orang Papua.

Rakyat Papua cinta damai, cinta Presiden Joko Widodo dan Cinta Indonesia.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00