• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Aksi Kekecewaan Terhadap Kasus Mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Meluas

22 August
12:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Imbauan Presiden Joko Widodo hari Senin, 19 Agustus lalu agar ada pemberiaan maaf atas peristiwa terkait mahasiswa di Malang dan Surabaya, ternyata belum mampu meluluhkan sebagian warga Papua.

Padahal, Pak Jokowi sudah menyampaikan secara halus kepada Mace dan Pace, suatu sebutan khas di Papua. Ketua DPR Bambang Soesatyo, dalam pernyataanya kemarin juga menyampaikan permohonan maaf atas nama DPR.

Dua pimpinan lembaga tinggi negara, Eksekutif dan Legislatif sudah menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka kepada masyarakat Papua, namun sepertinya hati keras dan emosi masih ada di Papua.

Bu Khofifah Indar Parawansa mewakili masyarakat Jawa Timur juga sudah menyampaikan ucapan maaf, termasuk juga walikota surabaya Tri Rismaharini.

Sayang, kekerasan hati itu tampak dalam sejumlah aksi baru di Fakfak dan Timika kemarin. Sepertinya, aksi di Fakfak dan Timika dengan melakukan pembakaran diinisiasi kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Rakyat Papua biasanya ramah dan selalu tersenyum, namun kali ini wajah penuh senyuman dan keramahan itu tidak tampak. Khawatirnya, ada penumpang gelap yang menginisiasi dan memprovokasi warga setempat.

Sebagai bukti bahwa masyarakat Papua itu ramah, dituturkan dalam akun twitter Yarrangga Ichlasul yang melakukan KKN di Sumber Pasi, Biak Numfor. Sementara itu  Nicholas Molodisky, seperti ditulis Ceposonline.com menyampaikan kenangannya menikmati Papeda di dekat danau Sentani Jayapura. Selain mereka, masih banyak yang menyampaikan kesan indah bersama masyarakat Papua.

Karena itu, saat ucapan maaf Pak Joko Widodo, Pak Bambang Susatyo, Bu Khofifah dan Bu Tri Rismaharini belum juga mampu membuat orang Papua tersenyum kembali, maka patut diduga, apa yang terjadi tiga hari terakhir di Papua, patut diduga ada penumpang gelap di atasnya, apalagi sampai ada yang mengibarkan bendera selain bendera Merah Putih.

Papua, we love you full.
   

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00