• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Permasalahan di Papua Menyimpan Kegalauan Pemerintah Pusat

21 August
13:29 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Penyelesaian rusuh di Papua sejatinya tidak dapat sesederhana dengan memandang kasus di Surabaya dan Malang belaka. Harus ada langkah komprehensif dengan memandang bahwa peristiwa rusuh di beberapa kota di Papua merupakan hal serius dan tidak berdiri sendiri.  

Rusuh itu sendiri menjadi menarik untuk dikaji, yakni begitu cepat dan berlangsung serentak dengan intensitas sama. Persoalan di Surabaya dan Malang, bisa jadi merupakan pemantik peristiwa besar di Papua.  

Komarudin Watubun, Anggota DPR RI daerah pemilihan Papua, dan juga ketua Bidang Kehormatan PDI Perjuangan termasuk yang tidak yakin bahwa peristiwa rusuh di Papua spontan dan hanya disebabkan kasus di Jawa Timur.   Komarudin Watubun, dikutip dari Kompas.com menilai ada konsolidasi sebelum peristiwa tanggal 19 Agustus terjadi.  

Gubernur Papua, Lukas Enembe juga menyatakan belum puas dengan sikap Presiden Joko Widodo yang dianggapnya kurang tegas terkait masalah di asrama mahasiswa Papua.  

Bila melihat persoalan ini, tentu penting melihat sejumlah peristiwa  beberapa hari ke belakang. Misalnya Ada kasus Benny Wenda yang tiba tiba ikut delegasi Vanuatu saat bertemu Komisi Tinggi HAM PBB.
 

Ada aksi demonstrasi sekelompok orang mempersoalkan Perjanjian New York 15 Agustus 1962. Padahal perjanjian new york yang ditanda tangani Subandrio dan Van Royyen serta disaksikan sekjen PBB saat itu, U Thant sudah final, termasuk pengalihan status Papua kepada UNTEA, United Nation Temporary Executive  Authority.
 

Memang bergabungnya Papua dengan Indonesi berbeda soal waktu, namun semuanya jelas secara legal maupun faktual. Hal-hal semacam ini harusnya tidak muncul lagi.  

Kepada generasi muda, termasuk mahasiswa Papua perlu dipahamkan secara jelas. Karenanya, Dialog antara Presiden Joko widodo dengan masyarakat Papua perlu segera dilakukan sebagai awal perubahan pend ekatan kepada masyarakat Papua secara seutuhnya.
 

Persoalan seperti di Jawa Timur dan pembakaran gedung DPRD di Manokwari serta Lapas di Sorong tentu akan diselesaikan melalui mekanisme hukum, namun lebih dari itu, ada pendekatan lebih strategis dan efektif terhadap masyarakat Papua.
 

Presiden Joko widodo pasti akan melakukan hal terbaik dan menjadikan peristiwa kemarin sebagai momentum,  sebab setidaknya ada mandat dari 90 persen pemilih yang memilih Joko Widodo dalam Pilpres lalu,
bahkan di Lanny Jaya dan Nduga sampai 100 persen.

Salah satu pendekatan penting adalah mensejajarkan posisi dan kedudukan masyarakat Papua dengan masyarakat lain dalam politik, sosial dan terlebih ekonomi. Tidak boleh lagi ada kaka dan mama-mama di Papua yang hidupnya tertinggal. Semua harus sejahtera dengan salah satunya memberdayakan masyarakat Papua melalui pendidikan.  

Kaka, Mama, Pace dan Mace, kami sayang semua. Kita semua bersaudara dan berhak sama atas Republik ini, Indonesia.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00