• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Rusuh di Jayapura dan Manokwari Papua Sangat Memprihatinkan

20 August
10:57 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Tidak dapat dibayangkan bahwa masyarakat Papua yang terkenal ramah tiba tiba menjadi tidak dapat terkendali. Gedung DPRD Papua Barat di Manokwari, terlihat hangus dibakar massa bersama ban bekas di tengah jalan. Aksi tersebut tampak spontan dimotori sejumlah mahasiswa dan masyarakat.

Pokok pasalnya adalah kekecewaan masyarakat Papua dan Papua Barat terhadap perilaku sejumlah oknum warga dan aparat kepolisian di Malang dan Surabaya Jawa Timur.

Aparat kepolisian sudah menjalankan tugas sesuai dengan protapnya. Bahkan, bila tidak ada polisi, situasi akan menjadi tidak kondusif. Kondisi rusuh ini sebenarnya dapat dicegah bila pinpinan daerah sigap mengantisipasi.

Kejadian di Surabaya dan Malang berlangsung tanggal 15 dan 17 Agustus. Sedangkan rusuh terjadi tanggal 19 Agustus.  Selain itu. Sejumlah media massa lokal dan nasional memberitakan peristiwa ters
ebut.

Artinya, bila pimpinan daerah di Jawa Timur sigap mengantisipasi dan bersikap proaktif, maka mungkin tidak terjadi hal seperti ini. Entah karena sibuk perayaan kemerdekaan atau hal lain, pimpinan daerah di Jawa Timur tidak merespon secara cepat.

Sementara itu, sesuai dengan amanahnya sebagai Gubernur Papua, Lukas Enembe  menyampaikan keberatannya secara terbuka melalui media massa atas peristiwa tersebut.

Akhirnya, Pagi hingga petang kemarin, rusuh itu terjadi.

Semua sepakat bahwa kasus rusuh ini harus diakhiri secara tuntas dalam pendekatan sosialogis dan birokratis.   Sedangkan pendekatan hukum agak sulit dilakukan, sebab banyak pihak terkait hal ini,  termasuk tanggung jawab pimpinan daerah dalam merespon situasi tersebut serta musabab peristiwa.

Seperti di Malang yang dikaitkan dengan pengecaman perjanjian NewYork 1962. Perlu review atas pendekatan Papua yang dilakukan selama ini.

Papua adalah Indonesia.

Pendekatan hukum penting, tetapi aspek sosiologis lebih mendesak.

Rasisme tidak boleh, tetapi separatisme lebih berbahaya lagi.

Indonesia adalah rumah seluruh warga bangsa yang menetap di nusantara.


Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00