• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Rencana Bagi-Bagi Jatah Kursi pada Partai Politik pendukung TKN

12 August
10:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Akhir-akhir ini, para partai pendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Kyai Haji Ma'ruf Amin sedang sibuk dengan kalkulator kabinet. 

Setelah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri minta jatah menteri banyak untuk kabinet Kerja 2019-2024, tim PDIP pun menyiapkan 10 nama untuk calon menteri. Pasti itu adalah calon terbaik yang disiapkan PDI Perjuangan. 

Saat ini, pada periode Kabinet Kerja 2014-2019, ada 4 orang menteri asal PDIP. 

Ada Puan Maharani, Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga, ada Yasonna Laoly dan Tjahjo Kumolo. Bila pada Kabinet selanjutnya PDI Perjuangan mengajukan 10 nama, maka itu sah-sah saja.  

Seandainya ada 34 anggota kabinet sama seperti periode lalu, maka jumlah 10 orang dapat berasal dari PDI Perjuangan masih masuk hal wajar. 

Hal ini perlu dimatangkan. Sebab, bagaimanapun, terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai Presiden, tidak dapat dilepaskan dari PDIP. Seandainya PDIP tidak mencalonkan Jokowi kembali, maka belum tentu akan tetap jadi Presiden. 

PDI P memegang peran sangat penting. Di samping juga, Joko widodo, secara politis memerlukan dukungan kuat di parlemen. 

Pada periode pemerintahannya ke depan, hal mendasar adalah memastikan bahwa para anggota Kabinet cocok kerja sama dengan Presiden agar pemerintahan segera bekerja dan efektif. 

Presiden Joko Widodo berasal dari PDIP, sehingga bersama menteri asal PDIP lebih kuat chemistry-nya. 

Dalam periode pertama, dari 4 menteri dalam kabinetnya, yakni Puan, Yasonna, Tjahjo dan Ana Agung, bertahan selama 5 tahun penuh tanpa pernah di-reshufle.  

Beda dengan anggota Kabinet dari partai lain atau yang dari profesional. Namun para ketua umum partai lain yang selama ini mendukung Joko Widodo, juga tidak perlu risau, jumlah jatah mereka tidak terkurangi. 

Ini bukan sekedar komposisi dan proporsi jatah menteri, namun afektifitas dan chemistry dalam bekerja. Banyak hal yang segera dituntaskan, terutama tiga hal besar, yakni melanjutkan infrastruktur, sumber daya manusia dan pemindahan ibu kota ke Kalimantan.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00