• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kebijakan Baru Gubernur DKI Jakarta 'Perluasan Ganjil Genap Bagi Kendaraan Bermotor'

8 August
17:27 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Selama dua hari ini sejak kemarin, sosialisasi mengenai perluasan ganjil genap sudah dilakukan. Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan mengeluarkan kebijakan mengenai sejumlah ruas baru jalan di Ibukota yang terkena kebijakan Ganjil dan Genap. Ruas tersebut selama ini memang kerap macet dan sulit diatasi. Apa yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta harus diterima dan dilaksanakan.

Agak kesal mungkin sebagian warga ibukota dan warga pinggiran Jakarta yang akan terkena peraturan ini. Namun ini penting, sebab menurut survey TomTom, Jakarta sudah menjadi bagian 10 kota termacet di dunia seperti Bogota, Lima, Instanbul, Moskow dan Bangkok dan Mumbai serta New Delhi.

Pemerintah daerah tentu harus menyediakan kompensasinya, seperti transportasi umum yang baik sampai tingkat kampung dan pinggiran kota Jakarta, perluasan areal hijau, taman dan berbagai sarana lungkungan di sepanjang jalan.

Pemerintah juga perlu menyediakan banyak kran air yang dapat langsung diminum seperti di luar negeri, agar warga dapat selalu mendapat air bersih. Juga soal keamanan dan kenyamanan di jalan. Ini semua akan membuat warga nyaman, sehingga mereka dengan ikhlas beralih ke public transportation.
 

Selama ini makin banyak warga menggunakan kendaraan pribadi karena transportasi umum terbatas dan banyak yang buruk. Kelakuan sopir angkot, Kopaja dan MetroMini yang kadang ugal-ugalan dan suka ngetem, jelas merugikan warga.
 

Petugas Dishub masih tidak bergigi. Tidak jelas apa yang mau dikerjakan. Harusnya berani dan tegas. Bila perlu, kebijakan ganjil genap bagi kendaraan bermotor mulai pukul 6 pagi sampai 20 malam. Sayangnya, kebijakan tersebut belum menyentuh sepeda motor. Banyak orang pasti beralih ke sepeda motor.
 

Harusnya Pemda DKI juga mengatur sepeda motor dengan ganjil genap, terutama sepeda motor pada jalur jalur masuk ibukota dari daerah pinggiran, semisal Kalimalang, Cakung, Daan Moogot, Lenteng Agung dan Ciledug Kebayoran Lama.  

Kita dukung kebijakan untuk memperbaiki kualitas lingkungan DKI Jakarta, namun Pemda juga harus siap dengan segala kompensasinya, terutama angkutan publik dari kampung dan pinggiran Jakarta, sebab kontribusi warga penglaju cukup besar.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00