• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Merindukan Sistem Tanggap Darurat Nasional

6 August
15:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Tidak ada kaitan sesungguhnya antara Gempa bumi tektonik yang melanda Banten, Lampung dan Jakarta hari Jum'at (2/8/2019) dengan Padamnya aliran listrik di Jakarta, sebagian Banten dan Jawa Barat pada Minggu (4/8/2019) lalu. Namun peristiwa tersebut, terutama saat padamnya aliran listrik, cukup menimbulkan kekacauan. Padamnya listrik mengakibatkan telokomunikasi terganggu, SPBU sebagian tidak berfungsi. Traffic light mati hingga terjadi kemacetan. ATM tidak berfungsi. Juga aplikasi online. Dan yang sangat dirasakan adalah terhambatnya keperluan rumah tangga seperti penerangan dan MCK. Kekacauan itu berlangsung sekitar 8 jam. Selama masa itu masyarakat tidak mendapat informasi akurat mengenai hal yang terjadi. Selain itu, tidak ada juga pihak yang me-Lead, dan mengarahkan, mengenai apa yang mesti dilakukan. Kondisinya sangat tidak jelas. Di sini, tampak sekali bahwa negara tidak hadir. Publik hanya tahu bahwa liatrik PLN padam. Dan yang bertanggung jawab hanya PLN. Seandainya ada pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi demikian, mungkin kesan terjadi chaos. Sayang, negara sebesar Indonesia, tidak memiliki National Emergency Response System. Kondisi demikian sering terjadi saat gempa bumi. Saat terjadi musibah tsunami di selat sunda beberapa waktu lalu, nyaris tidak ada pihak yang me-lead situasi. BMKG tidak merasa itu wewenangnya, karena musibah akibat longsoran Gunung Anak Krakatau. Sementara Pusat Vulkanologi juga tidak cepat memberi respon. Negara lama tidak hadir dalam musibah selat Sunda. Belum lagi gempa dan tsunami di Palu. Semua sibuk menyelamatkan diri. Ini jelas kondisi berbahaya. Sekali lagi, perlu negara ini memiliki system prosedur yang dapat mengarahkan rakyat untuk melakukan apa pada saat terjadi musibah. Sayang, Negara sebesar Indonesia tidak punya sistem prosedur semacam itu. Padahal musibah itu selalu kompleks, dan bukan tanggung jawab satu instansi. Demikian komentar.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00