• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Partai Mana yang Berjasa dan Mendapat Kursi Banyak di Kabinet Indonesia Kerja

5 July
08:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Meski Susunan Kabinet  Presiden Joko Widodo/KH Maruf Amin untuk untuk periode lima tahun mendatang menjadi  hal prerogratif Presiden. Namun campur tangan  partai Koalisi Pendukung  selama ini sangat kuat peranannnya dalam  menentukan  prosentase kursi Jabatan Menteri dengan  kata lain  dalam sebuah proses politik tidak ada makan gratis  ketika  salah satu partai politik memberi dukungan kepada calon presiden  maka setelah terpilih apa yang didapatkannya. 

Kini hampir seluruh partai pengusung pasangan Jokowi/ Ma'ruf Amin sedang  menyiapkan kader terbaiknya untuk dicalonkan memjadi menteri, ibarat seorang pelatih sepakbola tengah menyiapkan penembak  terbaik jika terjadi pertandingan adu finalti. 

Pertanyaannya partai politik mana yang akan mendominasi susunan kabinet mendatang dan mengapa  Memgapa partai politik begitu ngotot memasukkan kadernya dalam pemerintahan.

Jika melihat hasil  perolehan suara Pemilu Legislatif tahun 2019,  ada tiga partai politik pendukung pasangan Joko Widodo/KH.Maruf Amin yang memperoleh suara cukup tinggi  yaitu PDIP, GOLKAR dan PKB,  kemudian diikuti Nasdem dan PPP. Jika ini menjadi acuan maka dapat dipastikan PDIP, Golkar dan PKB akan mendapat jatah Menteri yang paling banyak secara proporsional. 

Meskipun demikian dengan pertimbangan lain bisa saja porsi itu dapat berubah  bagaimana bargaining politik yang dimainkan oleh sang Ketua Umum Partai Politik. PKB  berharap mendapat  10  menteri, Golkar   5 kursi menteri dan Nasedem bahkan optimis mendapat  11 kursi Kabinet Jokowi Maruf. 

Harapan dan keinginan partai politik untuk menempatkan kadernya dalam pemerintahan  sangat wajar sebab tujuan berpolitik  itu memang kekuasaan sebab dengan  keluasaan itu partai politik dapat lebih mudah mewujudkan cita citanya. Namun idealnya setiap partai politik tidak memaksakan kehendak untuk memasukkan kadernya masuk dalam susunan kabinet kepada Presiden Joko Widodo, apalagi kalau  kemampuannya tidak mumpuni di posisi tersebut. 

Biarlah Presiden Joko Widodo diberi kesempatan untuk memilih  siapa yang dinilai paling pantas dan layak untuk menjadi pembantunya  baik dari kalangan partai maupun profesional  sehingga orang yang dipilih dapat bekerjasama dengan baik bersama Presiden dan Wakil Presiden lima tahun mendatang. (Foto:Kedaipena)

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00