• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Format Anggota Kabinet Indonesia Kerja II ?

4 July
08:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pelantikan Presiden Joko Widodo untuk periode kedua memang masih 3 bulan lagi,  namun dinamika pengisian posisi Kabinet sudah hangat. Beberapa hari lalu,  para sekjen koalisi partai pendukung Joko Widodo mengadakan pertemuan di Bogor,  membahas format kabinet mendatang. 

Berbagai gagasan muncul di tengah masyarakat. Ada gagasan agar jumlah proporsi anggota Kabinet dibagi secara proporsional berdasar perolehan suara Pikeg 2019. Sementara ada juga yg mengusulkan zaken Kabinet,  atau kabinet ahli. 

Belakangan muncul pula gagasan kabinet millenial. Kabinet ini komposisinya diisi kaum  millenial agar bergerak lebih lincah dan dinamis. Kita yakin hal yang menjadi wacana tersebut sesungguhnya sudah ada dalam memori pemikiran Presiden Joko Widodo. Tinggal ketuk palu,  ditandatangani, selesai. 

Bila melihat komposisi Kabinet Indonesia Kerja jilid pertama,  sesungguhnya dapat dibilang kurang berhasil. Faktor Joko Widodo sebagai Personal lebih kuat menarik dukungan pemilih dibandingkan kerja para menteri di Kabinetnya. 

Sebagai perbandingan,  pada Pemilu tahun 2014, perolehan suara Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebesar 53 koma 15 persen.  Sedangkan pada pemilu 2019, hanya naik tipis menjadi 55 koma 50 persen. Kenaikan hanya 2 koma 35 persen. Sementara pada jumlah sebaran suara per propinsi lebih memprihatinkan. Pada Pemilu 2014, Joko Widodo memperoleh kemenangan suara pada 23 propinsi,  sedangkan pada pemilu 2019, turun menjadi 21 propinsi. 

Dari data tersebut, ada kesan,  hanya sedikit capaian pembangunan yang dirasakan dan masyarakat menjadi puas. Bahkan boleh dibilang,  sebagian benar Anggota Kabinet sekarang kerjanya kurang optimal. Bila kabinet saat ini sukses, maka harusnya perolehan suara Joko Widodo - Maruf Amin lebih dari 70 persen. Perolehan suara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono - periode kedua pada Pilpres 2009, mencapai lebih dari 60 persen. 

Demikian maka, pola komposisi dan personil Kabinet Presiden Joko Widodo saat ini, sebagian besar harus diganti. Presiden Joko Widodo tidak boleh terjebak pada permintaan komposisi jumlah menteri dari para Partai Koalisi pendukungnya. Tidak pula membuat reka reka kabinet Millenial. 

Pak Presiden,  pilihlah Menteri Kabinet yang mampu bekerja dan mau bekerja untuk negara dan rakyat,  tidak membuat gaduh,  dan tidak korup. Pak Joko Widodo tidak perlu ada beban apapun,  karena ini adalah periode terakhir memberikan sumbangsih bagi negara sebagai Presiden.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00