• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Perlukah Pasangan Capres 01 dan Pasangan Capres 02 bertemu Sebelum Penetapan Putusan MK

11 June
18:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Masih ingatkah kita, berapa lama rentang waktu pertemuan pertama antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto pasca pemilihan presiden tahun 2014 ? Ternyata pertemuan tersebut baru berlangsung 5 bulan kemudian. Bagaimana kemudian dengan pasca Pilpres 2019, nampaknya masih sangat samar dan belum ada tanda tanda ke arah sana, walaupun Prabowo sudah pernah bertemu dengan Jusuf Kalla. Saat ini ada sejumlah kalangan yang tetap tidak puas dengan hasil perhitungan suara Pilpres 2019. Mereka berada pada posisinya masing-masing. Pihak pasangan 01 merasa sudah di atas angin, sedangkan pihak pasangan 02 masih mencari celah untuk dapat menggugurkan keunggulan hasil pergitungan suara melalui anggle lain. Persidangan di Mahkamah Konstitusi rupanya berlangsung cepat. Pertama tanggal 14 Juni mendatang dan berikutnya tanggal 28 Juni penetapan pemenang gugatan di MK. Tidak sampai satu bulan lagi, Indonesia sudah mendapat konfirmasi pemenang kompetisi calon presiden dan calon wakil presiden untuk periode 2019 - 2024. Secara de jure dan de facto, hasilnya sudah dapat diketahui. Hanya saja masalahnya kemudian, apakah rivalitas antar dua kandidat dengan dua kubu berbeda akan berakhir? jawabanya tentu tidak mudah. Rivalitas pemilihan presiden kali ini, bukan soal kandidat saja, namun termasuk para pendukungnya yang seolah sudah sangat dalam. Mengapa bisa demikian...? Hal ini bukan pada para pendukung saja, tetapi jawabannya adalah terletak pada elit politik masing-masing kandidat. Artinya, elit memegang peran vital. Kedua kandidat, sejatinya harus mampu membaca kecenderungan demikian. Artinya, para kandidat harus arif dan bijaksana melakukan inisiasi program kebersamaan dan kedamaian secara efektif. Seandainya saja - tanpa menunggu hasil putusan Mahkamah Konstitusi - pihak Elit TKN dan BPN menginisiasi pertemuan Jokowidodo dan Prabowo Subianto, maka pertemuan tersebut akan bernilai sakral. Tentu tidak mudah melakukan inisiasi demikian, akan tetapi tetap patut diupayakan. Semangat silaturrahmi Idul Fitri menarik untuk dijadikan titik awal. Tanpa mebicarakan substansi, pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto bernilai tinggi. Sebagai catatan, usai Pilpres 2014, Joko Widodo dan Prabowo Subianto baru bertemu bulan Oktober kemudian. Ada rentang waktu lama. Saat itu pertemuan berlangsung di Kertanegara, lokasi milik Prabowo Subianto. Prabowo Subianto dianggap ksatria karena juga hadir pada pelantikan presiden Joko widodo - Jusuf Kalla . Kita berharap, ada inisiasi lebih kuat untuk bertemu sebelum putusan Mahkamah Konstitusi ditetapkan.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00