• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Ada Apa ?

14 May
08:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Lebaran Idul Fitri sudah tinggal 3 pekan lagi.  Tetapi harapan khalayak luas dapat menikmati harga tiket pesawat sebelum tahun 2019, nampaknya akan pupus. 

Senin kemarin (13/5/2019)  para petinggi perekonomian dan perhubungan di negeri ini,  dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution,  membahas soal harga tiket pesawat tersebut. Hasilnya,  Tarif Batas Atas atau TBA dikurangi 12 sampai 16 persen.

Jakarta-Solo misalnya,  untuk kelas ekonomi,  dari semula TBA nya Rp900 ribuan,  akan menjadi sekitar Rp750 ribuan. Lumayan memamg. Jakarta-Medan,  TBA nya dari Halim atau Cengkareng sekitar Rp2 juta 100 ribu, berdasar KM 72 tahun 2019. Kalau dikurangi 16 persen maksimal,  maka akan menjadi Rp1,7 juta sampai Rp1,8 juta. Itu kelas ekonomi.

Persoalannya,  acuan KM 72 tersebut masih harus memperhitungkan PPN,  Pertanggungan dan Jasa Bandara.  Alhasil,  bisa jadi harganya masih cukup mahal bila dibanding sebelum tahun 2019. Jadi,  jangan harap publik menikmati Tarif Batas Bawah yang diatur Kementerian Perhubungan. 

Batas bawah memang tidak naik,  namun itu semua masa lalu.  Seandainya ada tiket Jakarta Surabaya Rp400 ribuan atau Jakarta Medan Rp800 ribuan,  maka itu adalah mimpi. Perusahaan penerbangan saat ini lebih memilih Tarif Batas Atas daripada Batas Bawah. Padahal Batas Bawah masih sama dengan dulu. 

Ada apa sebenarnya dengan perusahaan penerbangan nasional ?  Sepertinya, ada yang perlu disoroti tentang perusahaan air line nasional. Sebagai perbandingan, perusahaan Soot atau Jetstar,  masih bisa menjual tiket online Jakarta Bangkok hanya Rp800 ribuan. Padahal jarak jakarta Bangkok 3 ribu kilometer. Jakarta-Medan hanya 2 ribu kilometer. Tapi harga tiketnya lebih mahal ke Medan.  Ada apa ini ?  Lalu siapa yang disalahkan ? 

Kata mereka harga Avtur mahal,  tapi semua tahu bahwa penebangan domestik atau internasional, sama sama pakai avtur.  Apakah masih bisa menyalahkan avtur ?  
Khawatirnya,  perusahaan penerbangan nasional sedang mengalami problem serius yang tidak muncul ke publik dan bukan sekedar persoalan harga tiket semata. Ini yang harus dicermati lebih jauh. 

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00