• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Mengapa Kerusuhan Rutan Siak Terjadi ?

13 May
09:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kerusuhan di Rumah Tahanan kembali terjadi di  negeri ini. Tepatnya pada hari Sabtu dini hari  kerusuhan terjadi di Rumah Tahanan Kelas II B Siak Riau. 

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun  akibat kerusuhan ini  Rumah Tahanan Siak tersebut habis ludes terbakar akibat  amukan warga binaan yang membakar  gedung tersebut dan  sejumlah warga binaan sebagian melarikan diri dan sisanya harus dipindahkan ke Rutan  lainnya  seperti Rutan Bangkinang sebanuak 81 orang, Rutan Rumbai 12 orang, Rutan Bengkali 45 orang, Rutan Pekanbaru 26 orang dan Dumai 5 orang serta  ke Rutan Gobah 73 orang.

Kejadian ini tentu mengingatkan kita kembali kepada peristiwa kerusuhan sebelumnya di Solo  Januari 2019, Mako Brimob 2018  dan Rutan Sialang  Pekanbaru 2017. Pertanyaannya mengapa ini kembali terjadi dan apa penyebabnya. 

Berdasarkan informasi sementara  kasus kerusuhan yang terjadi di Rutan Siak adalah akibat  kemarahan warga binaan yang tidak terima kawannya mendapat perlakuan yang berlebihan dari petugas akibat  tertangkap  mengkonsumsi narkoba di dalam Lapas.

Jika ini benar tentu ini sangat disayangkan,  sebab setidaknya ada dua indikasi kesalahan dari pihak internal Lapas.  Yang pertama  adalah  perlakuan dengan cara cara kekerasan harus dihindari. Yang kedua adalah  mengapa praktek Narkoba masih saja bisa terjadi di dalam lapas,  artinya ada persoalan dalam keamanan. Di sisi lain kapasitas Lapas juga sangat tidak ideal  jika dilihat dari jumlah warga binaan.

Dirjen  Pemasyarakatan  Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan, Rumah Tahanan Siak saat ini menampung  sekitar 648 orang padahal idealnya hanya  menampung 125 orang.  Bisa dibayangkan sangat sulitnya memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap warga binaan di dalam lapas. 

Kondisi ini selalu menjadi persoalan yang hingga kini belum bisa terselesaikan dengan cepat oleh pemerintah. Atas dasar itulah seharusnya  pemerintah bukan hanya sekedar melakukan penyelidikan jika terjadi kerusuhan,  tetapi harus dicari jalan keluarnya setiap permaslahan yang ada,  sehingga petugas Lapas tidak kewalahan menghadapi kebrutalan  warga binaan yang marah tanpa aturan akibat tidak imbangnya petugas lapas dengan  jumlah warga binaan.

Jika kondisi ini tidak cepat  diantisipasi maka bukan tidak mungkin kasus serupa akan terjadi lagi. Di sisi lain ke depan juga perlu adanya revisi Undang Undang kembali  kasus kasus kejahatan seperti apa yang pelakunya harus dihukum penjara jika melihat  pelaku kejahatan khususnya Narkoba yang terus meningkat sementara kapasitas penjara saat ini masih jauh dari ideal.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00