• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Ratusan Anggota KPPS Pemilu Serentak 2019 Terus Berguguran, Mengapa ?

10 May
09:02 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kematian  Kelompok Petugas Pemungutan Suara KPPS Pemilu 2019 yang hingga kini telah mencapai angka yang sangat pantastis sampai saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat termasuk di kalangan dokter.

Sampai saat ini data yang masuk di KPU sudah mencapai  554 orang yang meninggal dunia karena terlibat dalam kegiatan hari pencoblosan tanggal.17 April lalu, baik sebagai petugas KPPS maupun petugas keamanan. Jumlah  petugas KPPS yang meninggal dunia pada pemilu  serentak kali ini jauh lebih besar jika di banding pada pemilu 2014 yang hanya mencapai angka 144 orang.

Banyak komentar dan pendapat terkait kematian petugas KPPS Pemilu, ada yang menilai masih wajar  dan ada juga yang mengatakan sudah tidak wajar. Begitu juga terkait penyebab kematian  banyak  terjadi perbedaan pendapat dan pandangan.

Menteri Kesehatan  Nila F. Moeluk berpendapat berdasarkan  hasil investigasi tim kesehatan, penyebab kematian petugas KPPS disebabkan adanya penyakit  jantung, liver, stroke, gagal pernapasan dan Infeksi pada otak yang diderita pada si korban.

Sementara itu Dekan  FKUI  Ari Fahrial Syam berpendapat  berdasarkan analisis awal Tim Dokter FKUI bahwa kematian  tersebut disebabkan faktor kelelahan akibat kelebihan kerja. Namun pendapat ini dibantah oleh dr. Ani Hasibuan yang secara tegas mengatakan bukan satu satunya kematian disebabkan kelelahan.

Berbagai pendapat yang dilontarkan para ahli kesehatan itu bisa jadi benar dan bisa juga salah, tetapi yang terpenting sekarang bagaimana menyelesaikan masalah ini dengan baik tanpa saling mencari  kesalahan, tetapi mencari akar permasalahannya dengan melakukan evaluasi secara total agar kasus seperti ini jangan sampai terjadi lagi.

Semua pihak harus memiliki pandangan yang sama bahwa masalah kematian lebih dari 500 petugas KPPS adalah masalah besar yang menyangkut masa depan anak bangsa yang ditinggalkan keluarganya, bukan hanya diberikan santunan setelah itu selesai. Dengan kata lain Pemerintah, DPR dan Tokoh Bangsa untuk melakukan upaya upaya yang luar biasa dalam  pelaksanaan Pemilu jika benar benar ingin menegakkan Demokrasi di negeri tercinta ini.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00