• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Sikap Politik Partai Demokrat

9 April
20:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketika calon presiden 02 Prabowo Subianto dan koalisinya sedang berkampanye di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta hari minggu lalu, muncul surat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait pelaksanaan kampanye tersebut.

Pada kampanye, SBY mengingatkan tentang politik identitas yang sedang hangat dibicarakan. SBY memandang, kampanye Prabowo Subianto sangat kental dengan aroma politik identitas. Dalam perspektif kebangsaan, pernyataan SBY tersebut menarik untuk dicermati. Politik identitas. 

Di Indonesia, poltik identitas adalah suatu fakta sejarah. Pembagian kultur masyarakat di tanah air, menurut para sosiolog dapat dibagi dalam beberapa fragmen. Di kawasan Jawa misalnya, karakter Mataraman dan pesisir sangat berbeda. Di dalam Umat Islam, karakter Nahdhiyin dan Muhamadiyah juga bebeda.

Di Amerika Serikat, sebagai negara demokrasi paling maju, identitas dan karakter masyarakat juga masih tampak. Di kawasan New York, Boston, dan sekitarnya, akan tampak masyarakat yang lebih terbuka. Mereka sangat dinamis dan egaliter. Umumnya adalah basis pemilihan partai Demokrat di Amerika. Sedangkan kawasan Alaska, Tennesse, Texas dan umumnya wilayah tengah Amerika, sangat puritan. Agama Nashrani menjadi pedoman mereka di wilayah tersebut.  Partai Republik sangat kuat di sini. 

Itu adalah perbandingan karaakter identitas. Semuanya punya keinginan sama memajukan negara dan bangsanya. Perbedaanya, di Amerika tidak ada koalisi. Masing masing mengajukan Kandidat Presidennya sendiri. Sedangkan di Indonesia, partai partai berkoalisi untuk mengajukan calon presiden. Koalisi terbangun dan keserupaan visi dan misi.

Artinya, ketika Partai Pimpinan SBY sudah masuk satu koalisi, sejatinya sudah paham wajah koalisi yang akan terbangun. Terlebih hal ini mirip dengan koalisi pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

Karena itu, secara sibstansi, apa yangz disampaikan Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu dipermasalahkan, sebab itu sebagai pengingat. Akan tetapi dalam perpesktif perkoalisian, ini menjadi pertanyaan.

Namun bagaimanapun, Pak SBY adalah seorang politikus. Ia Ketua Umum Partai Demokrat dan harusnya sudah paham akan apa yang terjadi setelahnya. Indonesia milik kita bersama. (Foto : Bidikdata)

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00