• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Nasib PPP Ditangan Plt Suharso Manoarfa

22 March
06:21 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Bagaikan petir di siang hari menyambar telinga sejumlah publik di tanah air khususnya pengurus PPP, baik di pusat maupun daerah mendengar Ketua Umum PPP Romahurmuzy alias Romi ditangkap KPK dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama. Kasus penangkapan Romi betapa tidak menggemparkan disaat publik dan sejumlah partai politik tengah bersiap siap berjuang mencari dan memainkan strategi untuk memenangkan pesta demokrasi Pemilu tanggal 17 April 2019. Tentu saja kasus yang menimpa mantan Ketua Umum PPP ini, sangat dihawatirkan oleh pengurus dan kader partai. Sebab bukan tidak mungkin berdampak pada merosotnya suara partai di pemilu terhadap partai berlambang kabah ini. Pengurus PPP akhirnya sepakat menunjuk kader partai senior Suharso Manoarfa sebagai Plt Ketua Umum PPP dan penunjukan Manoarfa pun disahkan dalam Mukernas PPP Bogor yang berakhir kemarin. Pertanyaannya bagaimana nasib PPP di bawah Suharso Manoarfa, mampukah PPP bangkit dari krisis kepercayaan publik akibat kasus Romi atau sebaliknya dan bagaimana elektabilitas partai setelah kasus Romi ini. Jawabnya memang tidak mudah bagi Suharso untuk mengembalikan kepercayaan publik apalagi tingkat persaingan partai saat ini begitu kuat. Dan yang mengejutkan hasil survei kompas terbaru PPP merupakan salah satu partai yang terancam tidak lolos ambang batas pada pemilu mendatang karena hanya 2.7 persen. Padahal ambang batas yang ditentukan adalah 4 persen. Tentu ini menjadi PR berat bagi Suharso Manoarfa untuk mengembalikan kejayaan Partain Persatuan Pembangunan yang sebelumnya selalu berada dalam peringkat 10 besar. Memang tidak mudah PPP kembali berjaya apalagi kasus yang menimpa PPP dalam kasus ketua umumnya secara beruntun sama yaitu Korupsi dan sama sama di Kementrian Agama.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00