• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Bagaimana Nasib MRT Jika Target Penjualan Tiket tidak Tercapai

21 March
06:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Warga DKI Jakarta dan sekitarnya dalam pekan ini sedang euforia naik MRT ( Mass Rapid Transit ) yang kini memasuki tahapan ujicoba dan masih gratis sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Maret mendatang. Sejumlah pejabat pemerintah seperti Menkeu Sri Muyani, Gubernur DKI Anis Baswedan dan tentu tidak ketinggalan Presiden Joko Widodo. Proyek patungan Pemerintah Pusat dan Pemda DKI Jakarta itu mencapai Rp16 Trilyun. Setelah diresmikan Presiden Joko Widodo nantinya penumpang harus mengeluarkan biaya tiket pada kisaran 8500 hingga Rp10 ribu. Harga tiket ini sesungguhnya jauh lebih rendah dari tarif ideal sebesar 30.000 rupiah. Dengan tarif 10.000, hanya menutupi biaya operasional saja. Pertanyaannya bagaimana nasib MRT ini jika target penjualan tiket tidak tercapai dan apa sesungguhnya yang menjadi tujuan utama Pemerintah membangun proyek ini apalagi sampai menelan biaya 16 Trilyun. Jika pembangunan proyek ini bertujuan mengejar bisnis semata tentu sangatlah sulit ada keuntungan, sebab dengan tiket 10 000 saja Pemprov DKI harus mensubsidi 338 milyar setiap tahun artinya harus ada upaya pengelola untuk mencari sumber pendanaan lain. Sebab jika membandingkan dengan Moda Tranportasi yang sama di Malaysia dan Thailand untuk mencari keuntungan hingga kini masih jauh dari harapan karena target penunmpang hanya mencapai 50 persen dari target yang diharapkan setiap harinya. Malaysia dari target 250 ribu habya mencapai 140 ribu dan Thailand dari 430 ribu hanya mencapai 293 ribu Kemudian jika MRT ini untuk mengurangi kemacetan juga perlu kajian yang matang dan waktu yang panjang, sebab halte halte yang dibangun belum ada fasilitas parkir yang memadai sehingga masyarakat belum bisa melepaskan kendaraan pribadinya. Atas dasar itulah yang paling penting sekarang adalah moda tranportasi ini memberikan pelayanan tranfortasi yang cepat, nyaman, aman dan murah sehingga nantinya diharapkan masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00