• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Aksi Pembunuhan Brutal di Selandia Baru

16 March
07:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta ; Dua masjid di Selandia Baru mendadak menjadi sangat dikenal publik internasional, setelah aksi penembakan yang disiarkan secara live melalui media sosial facebook. Melalui media sosial facebook ini pula jagad dunia maya dapat menyaksikan aksi penembakan tersebut secara detail sejak pelaku mempersiapkan senjata hingga melakukan. Penembakan. Ini memang mengkhawatirkan, sebab dalam siaran live facebook tersebut dapat diakses banyak orang dan dishare ke jutaan orang lainnya. Banyak orang, termasuk di Indonesia menyaksikan rekaman video aksi penembakan di Selandia Baru yang dilakukan di masjid Al Noor dan di Lin Wood oleh Brentont Tarrant dan kawan kawan. Publik menjadi geram, kesal, dan sebagian lainnya menjadi benci dengan aksi tersebut. Kondisi ini diperparah karena media sosial yang digunakan bukan saja facebook tapi juga twitter. Ada manifesto alasan pembenar Brentont Tarrant dalam aksinya. Ia menyebut diri tidak bersalah karena aksinya adalah dianggap sebagai perang orang Kulit Putih. Melalui akun tersebut akhirnya publik menjadi teringat akan aksi Ku Klux Klan di Tennesee Amerika Serikat yang didirikan oleh Frank O. McCord dkk. Organisasi Kulit Putih ini sangat Rasis karena mengusung gagasan supremasi kukit putih, alias orang orang yang berasal dari Eropa. Kini, tatkala peristiwa penembakan yang menyebabkan 49 muslim tewas di Christ Church dan Lin Wood beredar luas, kita hanya berharap tidak ada aksi balas dendam terhadap kelompoK Brentont dan kelompok afiliasinya. Sebagai umat beradab, kita sepakat mengutuk pembunuhan muslim di Selandia Baru oleh Brentont Tarrant dkk. Dan cukup tidak melakukan share atau membagikan rekaman video yang beredar kepada pihak lain. Sedangkan dalam aspek hukum, kita percayakan penyelesaiannya kepada pemerintah Selandia Baru. Bahkan kita harus memberi apresiasi kepada Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern yang menyebut langsung pelaku sebagai Teroris.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00