• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Rencana Penjualan Saham Pemprov DKI di PT Delta Jakarta, Produsen Bir Nasional

15 March
09:29 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Bagi para peminum bir di tanah air,, pasti pernah mengetahui bir dengan merrk Anker bir, Anker Stout, Sanmiguel,  Dan sejumlah lainnya. Ini Merek  bir sebenarnya sejak zaman Belanda. Pabriknya pertama kali tahun 1932, lalu tutup zaman Jepang dan Buka lagi tahun 1970 di bawah Delta Jakarta.

Komposisi sahamnya adalah 73 persen lebih San Miguel Philipina dan 26 persen lebih Pemerintah DKI Jakarta. Gubernurnya ketika itu adalah Bang Ali alias Ali Sadikin. Anker bir termasuk golongan rendah alkohol, namun tetap saja ada alkoholnya sehingga haram bagi orang Islam. 

Penjualan Anker bir cukup lumayan, mencapai antara Rp1,5 sampai Rp2,1 trilyun. Artinya, di Indonesia, orang yang minum bir ternyata banyak juga. Keuntungan pabrik bir tersebut cukup lumayan. Setahun sekitar 200 muliaran rupiah, dan Pemda DKI dapat kebagian untung sekitar Rp36 miliar. 

Bagi orang awam untung sebesar itu terbilang lumayan, tapi bagi Pemda DKI dianggap biasa biasa saja. Kata Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan, untung dari jualan bir hampir sama dengan pajak Hotel Alexis yang dianggap Maksiat. Jadi secara pendapatan, tidak terlalu signifikan. Karena itu kata Anis Baswedan, lebih baik dijual, karena bakalan dapat uang sekitar Rp1,2 trilyun. 

Anggaran hasil penjualan akan digunakan untuk keperluan lain, semisal membangun fasilitas air bersih bagi warga Ibukota Jakarta. Artinya,  penjualan pabrik Anker Bir ini bukan urusan halal atau haram minum Bir, melainkan urusan keperluan pemerintah DKI Jakarta yang perlu anggaran besar untuk membangun fasilitas air bersih bagi warga Ibukota atau keperluan mendesak lainnya. 

Kalaupun tokh ada sejumlah elemen masyarakat mendukung penjualan saham Pt Delta Jakarta, maka itu hanyalah bagian pendapat lain di tengah masyarakat.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00