• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Larangan Terbang Pesawat Boeing 737 MAX 8

13 March
08:22 2019
0 Votes (0)


KBRN, Jakarta : Tragedi kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 yang dikelola Maskapai Ethiopian Airlines  dan menewaskan 157 orang di dalamnya,   kembali mengguncang dunia penerbangan.

Betapa tidak, tepatnya 29 Oktober 2018, pesawat jenis yang sama  dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Utara Karawang, Jawa Barat menewaskan   189 penumpang dan awaknya.

Kronologi jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tersebut hampir sama, yaitu terjadi sesaat setelah take-off, pilot sulit mengendalikan pesawat yang meroket dan pilot minta izin mendarat kembali.

Dengan dua kali berturut-turut dalam kurun waktu kurang dari enam bulan pesawat Boeing 737 MAX 8 tersebut mengalami kecelakaan yang mematikan,  akhirnya membuat sekitar  lima negara melarang pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX 8.

Kelima negara tersebut adalah China, Mongolia, Singapura dan Korea Selatan, kemudian disusul  Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan juga telah  mengumumkan larangan sementara pengoperasian  pesawat Boeing 737 Max 8. 

Sementara itu, sepuluh Maskapai di dunia masih mengoperasikan  pesawat Boeing 737 Max 8, termasuk Amerika Serikat sebagai lokasi industri pesawat jenis Boeing,  masih menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8.

Amerika Serikat sendiri menyatakan bahwa Boeing 737 MAX 8 layak terbang, namun mereka meminta Boeing untuk memodifikasi pesawat tipe tersebut.

Namun, bagi  Indonesia, larangan  sementara ini dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan dan bertanggung jawab pada nyawa manusia.

Memang  dikhawatirkan dengan larangan tersebut akan berdampak pada dua maskapai di Indonesia yaitu Lion Air sebagai pemilik sepuluh pesawat jenis tersebut, dan Garuda Indonesia yang memiliki satu Boeing 737 MAX 8.

Kebijakan Kementerian Perhubungan yang tegas untuk melarang sementara operasi pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia patut diapresiasi, karena bertanggung  jawab terhadap keselamatan dan  keamanan  penerbangan.

Masalahnya, nyawa masyarakat dipertaruhkan jika pesawat Boeing 737 Max 8 terbukti belum seratus  persen layak beroperasi.

Oleh sebab itu,  pemerintah Indonesia perlu melakukan inspeksi serius terhadap pesawat Boeing jenis tersebut di Indonesia. 

Kita harapkan pihak Boeing secepatnya mengumunkan kelemahan pesawat  Boeing  737 Max 8  dan normalisasi pesawat hingga layak terbang.

Kita juga berharap bahwa  kebijakan pemerintah  melarang sementara penggunaan pesawat Boeing jenis baru itu merupakan sikap bijak dan menguntungkan  Lion Air.

Menguntungkan di sini yang dimaksud adalah bagaimana  membuat masyarakat tidak resah, namun merasa aman  dan nyaman dalam  menggunakan maskapai Lion Air untuk bepergian.

Tentang Penulis

Alit Wiratmaja

< h3 class="r" sans-serif background-color:#ffffff;"><a href="https://www.antaranews.com/berita/212606/alit-wiratmaja-terpilih-menjadi-anggota-dewas-rri" Wiratmaja</a> </h3>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Ratusan Usaha Penyehatan Tradisional di Blitar Masih Belum Berizin

00:00:00 / 00:00:00