• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kesepakatan RI Australia Bebas Impor ? Siapa Diuntungkan ?

12 March
08:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia dan Australia baru saja menandatangani kesepakatan baru di bidang  perdagangan. Substansi  dari penandatanganan ini adalah seluruh barang impor dari negara  Kanguru tersebut bebas dari biaya masuk dan dapat dipastikan sejumlah barang akan membanjiri pasaran dalam  negeri. 

Salah satu yang dipastikan  akan membanjiri pasaran dalam negeri adalah adanya impor Sapi. Karena sampai saat ini kebutuhan daging dalam negeri masih belum mampu dipenuhi oleh peternak dalam negeri. 

Data Badan Ketahanan Pangan Indonesia menyebutkan  Produksi daging dalam negeri saat  ini baru mencapai  429.412 Ton,  sedangkan kebutuhan daging saat ini mencapai  686.270 ton,  defisit  256.860 ton. Akibatnya untuk memenuhi kebutuhan daging pemerintah melakukan impor sapi.  

Setiap tahunnya mengalami kenaikan. Tahun 2016  Impor daging mencapai 79.730 ton dan tahun 2017, 85.730 ton dan tahun 2018 pun dipastikan lebih tinggi lagi angkanya.

Tahun ini pemerintah mencanangkan mengimpor sapi Australia sekitar 20.000 ekor melalui  PT.Estika Tata Tiara. Pertanyaannya jika ini benar benar terjadi  bagaimana nasib para peternak dalam negeri yang saat ini  juga mengalami  persoalan harga jual daging yang lesu akibat daya beli masyarakat yang semakin lemah. 

Sudah barang tentu  daging dalam negri akan semakin terjepit. Patokan  harga daging lokal saat ini berkisar 100 sampai 120 perkg dan bukan tidak mungkin masuknya harga daging impor ke dalam negeri harganya lebih murah. Apalagi tanpa bea masuk. 

Pemerintah melelui Kementerian Pertanian mengklaim  hasil ternak dalam negeri melalui program  UPSUS Siwab. Upaya khusus Sapi Indukan Wajib Bunting  di 34 provinsi  sepanjang tahun 2017 -2018  berhasil melahirkan 2.325.977 ekor anak sapi. Dan jika ini terus berkembang peluang peternak dalam negri akan bisa tercukupi.

Persoalannya sekarang  kembali bagaimana kebijakan pemerintah secara total antara kementerian terkait mau atau tidak bersinergi untuk mensejahterakan peternak dalam negeri, bukan malah bermain sendiri sendiri. (Foto : Jurnas)

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Ratusan Usaha Penyehatan Tradisional di Blitar Masih Belum Berizin

00:00:00 / 00:00:00