• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Mengapa Kasus Penyelidikan Andi Arief Dihentikan ?

8 March
11:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Nama Politisi Partai Demokrat  Andi Arif di kalangan publik merupakan sosok yang sangat terkenal. Bukan hanya dari kalangan elite politik tetapi juga terkenal di kalangan media, sebab sering memberikan pernyataan pernyataan yang kontroversial. 

Pada tanggal  3 Maret lalu Publik seakan terhentak dengah berita penangkapannya oleh Kepolisian di dalam kamar Hotel Menara Peninsula Jakarta akibat keterlibatannya mengkonsumsi barang haram  Narkoba. Berdasarkan hasil  tes  urine  yang dilakukan petugas BNN,  Andi Arief  secara positif mengkonsumsi sabu.

Proses pemeriksaan dan penyelidikan pun terus dilakukan Kepolisian untuk menentukan status  AA  dalam kasusnya. Namun hingga 1 kali 24 jam Andi Arif status nya apakah menjadi tersangka atau dibebebaskan. Publik semakin penasaran  terkait status  Andi Arief yang belum ada keputusan tim penyidik karena dalam persoalan Narkoba biasanya prosesnya sangat cepat dalam menentukan status  orang yang terlibat dalam Narkoba.

Pada tanggal 6 Maret lalu  Kepilisian menghentikan proses penyelidikan Andi Arif. Pertanyaannya mengapa Proses Penyelidikan Andi Arif dihentikan. Adakah orang kuat yang mengintervensi kasus Andi Arif dan Apakah keputusan penghentian kasus Andi Arif dapat diterima publik. Menurut Kepala Divisi Humas Polri M.Iqbal  penghentian kasus  Narkoba Andi Arif karena pada dirinya tidak ada barang bukti, tidak terjaring sebagai pengedar dan selama ini Andi Arief tidak pernah menggunakan Narkoba.  

Hal ini  Sesuai denga Surat Edaran No.01/11/2018/Bareskrim Tentang Petunjuk Rehabilitasi Pecandu Narkotika berbunyi  sebagai berikut  Terhadap tersangka pengguna  narkotika yang tertangkap tangan menggunakan, urine positif, sedangkan tidak ada barang bukti di tersangka  maka tidak dilakukan penyelidikan. Namun dilakukan  interogasi  dan  ini sedikit bertentangan dengan  pasal 127 Undang Undang No.35  Tahun 2009 Tentang Narkotika yang dengan tegas menyebutkan setiap penyalahgunaan  Narkotika Golongan 1, salah satunya sabu  bagi diri sendiri dipidana penjara paling lama 4 tahun. Artinya  seharusnya Andi Arif menfapat sanksi hukum yang tegas.

Namun jika kasus ini diselesaikan secara politik bukan tidak mungkin ada pihak pihak lain yang bermain agar proses hukumnya dihentikan untuk tidak berdampak secara politik karena Andi Arif adalah seorang elit politik. 

Idealnya kalau kita sepakat negara ini adalah negara hukum maka apapun yang terkait pelanggaran hukum harus diselesaikan secara hukum bukan secara politik. Yang pasti keputusan penghentian kasus narkoba yang terjadi pada diri seorang Andi Arif mencederai rasa keadilan. Sebab selama ini  pemerintah seakan tanpa ampun terhadap pelaku kasus narkoba. 

Tapi ketika berhadapan dengan elite politik  seakan tidak punya keberanian menjatuhkan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku dan ini semakin  membuktikan bahwa memberantas Narkoba semakin sulit.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00