• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Masyarakat Menolak Rencana Kenaikan Tarif Angkutan Online

12 February
08:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Rencana Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk menaikan tarif ojek online ternyata tidak mudah, meskipun 2 perusahaan pengelola ojek online telah menyetujuinya.

Pemerintah menurut rencana akan menaikan tarif ojek online pada angka 3.100 setiap satu kilometer dari tarif sebelumnya 2.200 setiap satu kilometernya. Artinya ada kenaikan 900 rupiah perkilometer. Pertanyaannya mengapa pemerintah sulit menaikan tarif online padahal 2 perusahaan pengelola ojek online tersebut sudah mengamininya.

Berdasarkan hasil survei Research Institute of Sosioeconomic Developmen sebanyak 74 % konsumen tidak suka adanya kenaikan tarif online mengalami kenaikan dan 45.83 % menolak. Dari jumlah tersebut 27,99 % berpendapat tarif sekarang masih terlalu mahal dan 26.19 % bependapat terlalu murah. Dari jumlah tersebut 22 % sama sekali tidak setuju adanya kenaikan 48 % setuju adanya kenaikan namun di bawah 5000 rupiah.

Pertanyaannya apa yang akan terjadi Bagaimana jika pemerintah tetap.akan menaikan tarif ojek online diperkirakan akan terjadi penurunan terhadap jasa ojek online sekitar 71 .12 % dan akan menimbulkan daya beli masyarakat akibatnya inflasi semakin meningkat 1 % mencapai pada level 4 % dan masyakarat kembali menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan tranfortasi baik ke kantor, mengantar anak ke sekolah dan keperluan lainnya.

Berdasarkan perhitungan riset jika pemerintah menaikan angka kenaikan 900 rupiah dengan rata rata 8.8 km maka tambahan biaya yang dikeluarkan masyakarakat perharinya dalam satu kegiatan bertambah 7.920 rupiah dan tentu saja angka ini sangat memberatkan bagi masyarakat yang berpenghasilan di bawah 7 juta perbulan.

Artinya pemerintah harus benar benar mempertimbangkan secara matang rencana kenaikan tarif ojek online dengan berbagai pertimbangan yang matang baik aspek sosialnya, ekonomi maupun politiknya. Sebab bukan tidak mungkin maksud hati untuk mensejahterakan para pengemudi online yang terjadi malah sebaliknya.

Jika memang nantinya perlu adanya kenaikan harus dilakukan secara cermat dan perhitungan yang matang berapa angka yang paling tepat dan bisa diterima publik agar kebijakan kenaikan ojek online bisa diterima semua pihak.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00