• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Penggunaan Aplikasi Global Positioning System (GPS) Saat Mengemudi

7 February
13:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta :  Perdebatan, soal larangan penggunaan GPS dari saluran telepon, sudah hampir satu bulan lamanya. Pemerintah, tetap pada pendiriannya, bahwa penggunaan GPS dari telepon selular melanggar aturan. 

Mahkamah Konstitusi juga sudah menolak gugatan permohonan pengujian kembali terkait penggunaan fitur Global Positioning System (GPS) pada telepon seluler saat berkendara maupun mengemudi kendaraan bermotor. Mahkamah Konstitusi menilai dalil para pemohon tidak beralasan menurut hukum. Menurut Mahkamah Konstitusi, penjelasan tambahan atas frasa, "penuh konsentrasi," itu sudah gamblang, yakni masyarakat dilarang mengemudi kendaraan dalam keadaan sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan. 

Larangan menggunakan GPS dari telepon selular, bukan hanya di Indonesia. Beberapa negara juga sudah melarang warganya agar tidak menggunakan perangkat elektronik apapun saat berkendara. Amerika Serikat misalnya, sudah melarang penggunaan perangkat GPS saat berkendara, yang diatur dalam Undang-Undang tentang Gangguan Mengemudi. 

Bukan hanya di Amerika Serikat, Inggris juga sudah menerapkan larangan yang sama sejak tahun 2017. Penduduk Inggris dilarang penuh memakai GPS pada telepon selular mereka. Apabila tertangkap dan terbukti menggunakan GPS, mereka akan ditindak oleh petugas. Penggunakan GPS melalui telepon selular juga dilarang di Filipina, Singapura, Jepang, Portugal, dan Argentina. 

Penggunaan GPS memang tidak dapat dihindari karena sudah menjadi kebutuhan, apalagi pengendara transportasi online. Mungkin, perlu adanya penyelarasan antara regulasi dengan perkembangan teknologi, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. 

Kita berharap Pemerintah lebih bijak dalam mengeluarkan keputusan, dan selalu mencari jalan yang tepat dalam penerapan regulasi, agar dapat diterima semua pihak. 

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00