• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Imlek dan Peranan Masyarakat Tionghoa dalam Sejarah Bangsa

5 February
06:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sekitar 3 juta lebih Warganegara Indinesia keturunan Tionghoa hari ini memperingati Tahun Baru Cina ke 2570 yang di Indonesia lebih dikenal dengan Hari Imlek. Banyak ucapan yang disampaikan orang dalam memperingati Tahun Baru Cina namun yang paling terkenal dan paling familier adalah uacapan Hong Xi Pacai yang berati selamat berbahagia dan sejahtra atau juga berarti semoga kekayaan makin bertambah. Selain itu dalam memperingati tahun baru Imlek kita juga identik dengan bagi bagi ampau maknanya merupakan bentuk rasa peduli untuk saling membantu terutama terhadap orang orang yang dianggap tidak, mampu dan lebih muda atau lebih rendah status sosialnya dengan harapan orang yang memberi ampou lebih bertambah rizkinya. Berbicara Masyarakat Tionghoa di Indonesia tentu kita tidak bisa melupakan peranan dan Kontribusinya dalam membangun bangsa dan Negeri ini. Tentu kita kenal Tokoh Tokoh perjuangan yang berasal keturunan Tionghoa Lien Koen Hian, Oy Tiang Tjoen, Ou Thoi Haw dan MR. Tan Enghoa yang merupakan Anggota Badan Penyelidik Usaha Usaha Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemudian di zaman Agresi Belanda kedua kita juga mengenal sosok Lie Tjeing Tjoa yang lebih dikenal dengan Mayor AL Jon Lie yang menjadi Nakhoda yang ditugaskan pemerintah Indonesia untuk menjual komoditas Indonesia untuk ditukar dengan persenjataan yang dibutuhkan saat melawan Belanda.Berkat jasanyanya yang besar dalam perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan Jhon Li akhirnya diangkat sebagai pahlawan Nasional pada tahun 2009 oleh presiden SBY. Selain itu Masyarakat Tionghoa juga banyak berjasa dalam bidang pertanian.penyediaan makanan, pakaian, kuliner dan pembangunan di bidang energi pertambangan dan banyak prestasi lainnya yang diraih oleh Masyarakat Tionghoa dalam mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia. sebut saja Rudi Hartono.Liem Swiking, Alan Budi Kusumua dan Ratu Bulutangkis dunia Susi Susanti. Jika kita melihat kiprah dan pernan merka.dalam membangun bangsa dan negeri ini rasanya sudah tidak tepat lagi kalau saat ini maaih ada dikotomi WNI asli atau WNI keturunan karena kita memang hidup di negeri yang penuh kebhinekaan, keberagama adat suku.bangsa dan Agama. Yang terpenting adalah bagaimana kita merajut keberagaman tersebut dalam satu tujuan yaitu Indonesia yang bersatu dan sejahtera. Tentu perbedaan itu tidak bisa dihindari pilihan juga tidak mungkin sama tapi bicara tujuan untuk Negeri dan Bangsa Tercinta yakni Indoneaia.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00