• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Mahalnya Harga Tiket Pesawat

14 January
06:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kisah orang Aceh yang ingin ke Jakarta harus melalui Kuala Lumpur tentu sangat memprihatinkan kita semua dan sungguh aneh sebab mau terbang di dalam negri harus membuat paspor terlebih dahulu.

Semua ini dilakukan karena mahalnya tiket Banda Aceh Jakarta jauh lebih mahal dibanding Banda Aceh - KL ke Jakarta bahkan jika melalui KL penghematannya bisa mencapai 70 % dibanding Banda Aceh langsung Jakarta.

Kementerian Perhubungan belum lama ini menegaskan bahwa tarif maskapai penerbangan yang dikeluhkan masyarakat masih sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No.14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Fornulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Melambungnya harga tiket pesawat ini tidak hanya menimbulkan petisi yang sudah ditandatangani lebih dari seratus ribu orang, dengan isi petisi turunkan harga tikret juga membuat gerah DPR yang akan segera memanggil Kemenhub dan Dirut Maskapai penerbangan untuk dimintai keterangan mengapa Tiket Pesawat naiknya melambung.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah tarif tiket ini mendapat protes keras dari berbagai pihak. Akhirnya Menhub meminta Direksi Maskapai Penerbangan untuk menurunkan harga tiket, namun belum diketahui berapa persen turunnya.

Yang menjadi pertanyaan mengapa sebelumnya Menhub mendukung kenaikan tiket dengan alasan masih sesuai aturan yang berlaku dan setelah mendapat protes keras kini tiba tiba meminta Direksi Maskapai Penerbangan untuk menurunkan harga tiket pesawat.

Sesungguhnya permainan harga tiket selama ini juga sering sekali terjadi lonjakan harga tiket yang tidak diketahui penyebabnya. Kadang kadang harga tiket melonjak tinggi sesuai permintaan pasar. Idealnya tarif harga tiket tidak diserahkan pasar sehingga seringkali mahalnya harga tiket melebihi dari ketentuan bahkan sampai lebih dari 300 persen.

Kiranya Pemerintah perlu mengkaji ulang sistim tarif yang diatur seperti sekarang ini dan pemerintah harus bertanggung jawab jangan diserahkan kepada pasar, sebab hal ini sangat memberatkan masyarakat. Negara harus hadir jangan sampai terjadi lagi orang Aceh maun ke Jakarta harus melalui Kuala Lumpur cuma ingin lebih hemat harga tiketnya.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00