• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Indonesia kembali Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

12 January
19:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia tahun ini kembali secara resmi menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang terpilih dalam pertemuan Majlis Umum PBB pada tanggal 8 Juni 2018 lalu dengan mendapat dukungan suara yang sangat meyakinkan 144 suara dari 190 negara.

Dukungan yang diberikan negara negara terhadap Indonesia ini menunjukan begitu besar harapan negara negara lain kepada Indonesia dalam upaya menjaga perdamaian dan keamanan negara dari berbagai ancaman. Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB sebenarnya bukan baru yang pertama kalinya.

Sebelumnya Indonesia sudah 3 kali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB masing masinh pada peiose tahun 1973-1974, 1995-1996 dan 2007-2008 dan kini 2019-2020.

Pertanyaannya nilai posisitif apa yang diperoleh Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB ? Pertama Indonesia menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan Dewan Keamanan PBB sehingga Indonesia dapat mengambil langkah langkah strategis dalam keterlibatan menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Yang kedua Indonesia dapat langsung bisa mengambil bagian dalam penanggulangan Isu Teroris dan Radikalisme yang saat ini melanda negara megara berkembang terutama negara negara yang mayoritas beragama Islam.

Dan yang tidak kalah pentingnya menguntungkan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB dapat memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui diplomasi dengan negara negara lainnya.

Dan yang terakhir Indonesia juga dapat mendorong adanya reformasi di DK PBB terutama persoalan Hak Veto yang dimiliki negara negara besar seperti Amerika, Inggris, Cina, Rusia, Perancis yang hingga kini masih menjadi momok setiap kebijakan apapun sangat bergantung persetujuan kelima negara tersebut.

Jika negara negara tersebut tidak menyetujuinya maka program serta keputusan yang diambil dapat dimentahkan jika dari pemegag hak veto ada yang tidak setuju terhadap kebijakan negara negara lain.

Terlepas dari adanya kekuatan negara negara pemegang hak veto itu, namun Indonesia harus berupaya sekuat tenaga untuk memperjuangkan negara pendukung Indonesia agar benar benar dapat merasakan manfaat keberadaan Indonesia sebagai Anggota tidak aktif DK PBB. Kita ketahui saat ini banyak negara negara kecil yang tidak punya kekuatan namun negerinya terancam kedaulatannya.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00