• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pemborgolan Tahanan Korupsi, Benarkah Menimbulkan Efek Jera ?

3 January
10:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pemberantasan Korupsi  di Indonesia, belum mampu menciptakan budaya malu, apalagi menimbulkan efekjera. Korupsi di kalangan Kepala Daerah, anggota DPRD dan anggota DPR RI, seperti beranak pinak, ibarat pepatah, hilang tumbuh berganti. 
  
Sejak KPK berdiri tahun 2012, total anggota DPRD yang pernah diusut KPK 146 orang. anggota DPR RI  74 orang dan  34 kepala daerah dengan beragam modus.  
Kasus terbaru, penangkapan Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Tasdi. Pemenang Pilkada 2015 itu, ditangkap karena diduga menerima suap terkait dengan proyek pembangunan Islamic Center di Purbalingga, Jawa Tengah. 

Upaya KPK untuk membuat malu pelaku korupsi, dengan memakai rompi warna putih, hingga rompi warna oranye, ternyata tidak membuat malu, apalagi menimbulkan efek jera pelaku korupsi. Di hadapan kamera, mereka masih tersenyum, dan tidak menunjukkan rasa bersalah. 
 
Ada dua alasan, mengapa pelaku korupsi tidak jera melakukan praktek haram itu. Pertama,  karena tidak ada sanksi sosial yang membuat mereka malu untuk melakukan korupsi. Sanksi soal hanya sebatas wacana.  Beragam usulan pun  sudah disampaikan, mulai dari membersihkan sampah di pasar, menyapu jalan, hingga memberi cap mantan koruptor di KTP.Bahkan ada usulan, yaitu dengan pengenaan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Namun lagi lagi kandas. 

Kedua kenapa pelaku korupsi tidak jera, karena keputusan hukum tidak pernah menjerat mereka dengan hukuman maksimal. Pelaku korupsi, seharusnya dihukum, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, hukuman maksimal untuk koruptor  20 tahun penjara. Namun dalam prakteknya  dipersidangan, sering kali berbeda. Hakim memberikan hukuman penjara rata rata dibawah lima tahun.

Jika kita, menganggap kasus korupsi sebagai suatu kejahatan luar biasa di Negeri ini, sudah saatnya hukuman yang dijatuhkan kepada koruptor, adalah hukuman maksimal. Kenapa hukuman maksimal, akibat yang ditimbulkan dari perbuatan korupsi yang mereka lakukan, berdampak terhadap kehidupan sosial.
 
Ringannya hukuman, tidak  akan  pernah menimbulkan efek jera, apalagi menimbulkan budaya malu, karena mereka tidak pernah mendapatkan sanksi sosial. Ironisnya, eks pelaku korupsi, masih saja mendapat tempat dan berkiprah di partai politik. Bahkan tidak jarang diantara mereka diloloskan calon legislatif.

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00