• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Refleksi Akhir Tahun 2018 Bidang Hukum

28 December
08:45 2018
0 Votes (0)

KBRR, Jakarta : Meski Pemerintah mengklaim  upaya penegakan hukum terus digelorakan di semua lembaga peradilan.  Namun kenyataan yang terjadi di lapangan penegakan hukum  sepanjang tahun 2018 belum menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik di Kepolisian, Kejaksaan maupun KPK.

Di kepolisian sampai saat ini masih terjadi penundaan laporan kasus yang diadukan masyarakat yang waktu penyelesaian seakan tidak ada kepastian, kapan pelapor dipanggil kembali dan kapan mendapatkan surat Pemberitahuan  Perkembangan  hasil penyidikan. 

Begitu juga di Kejaksaan, fenomena yang terjadi pun tidak jauh berbeda dengan di Kepolisian yaitu penanganan kasus yang berlarut  larut,  bahkan  masih ada penyalahgunaan kewenangan seperti adanya permintaan sejumlah uang dalam penanganan sebuah perkara. 

Sama halnya juga di Mahkamah Agung masih seringkali terjadinya penundaan proses peradilan yang terkesan adanya tebang pilih dalam penanganan kasus kasus yang masuk ke Mahkamah Agung.
 Di sisi lain Mahkamah Agung juga belum sepenuhnya menjalankan Administrasi berbasis Online  meskipun MA sudah memilikinya.

Begitu juga dalam hal pemberantasan Korupsi KPK belum membongkar kasus kasus besar yang pernah terjadi. Misalnya kasus Bank Centuri  yang hingga kini masih dalam proses penyidikan. Kemudian KPK juga belum mampu mengungkap orang yang  menciderai  Novel Baswedan dengan air keras  yang menimbulkan kebutaan matanya. Meskipun begitu, KPK masih menjadi Lembaga Peradilan yang memiliki tingkat kepercayaan publiknya cukup tinggi. 

Pertanyaannya mengapa lembaga penegakan hukum  tersebut masih lemah ? Jawabnya yang pertama karena Integritas para pengambil keputusan  tidak memiliki integritas yang tinggi sehingga masih banyak para hakim yang silau dengan uang sehinggal banyak para hakim yang tertangkap  tangan melakukan transaki suatu perkara. 

Gerakan Operasi tangkap tangan ternyata belum mampu juga dalam mengatasi  maraknya kasus kasus korupsi. ehingga terkesan semakin banyak yang tertangkap tangan, semakin banyak pula yang korupsi. Tentu hal ini idealnya tidak boleh terjadi lagi.  Seharus nya OTT berdampak efek jera,  namun ternyata semakin menjamur korupsi di mana mana.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00