• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Korban Tsunami di Pesisir Selat Perlu Penanganan Komprehensif

26 December
07:18 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Hari ini di Aceh adalah peringatan 14 tahun Tsunami yang melanda wilayah tersebut pada tanggal 26 Desember 2004. Jumlah korban tewas diperkirakan mencapai angka 230 ribu jiwa pada kawasan terdapak di seputar Samudera Hindia. Sedangkan di Sekitar Selat Sunda, akibat gelombang Tsunami Sabtu lalu, disebutkan sudah lebih dari 400 orang dan mengarah pada angka korban tewas 500 orang. Angka jumlah korban terus bertambah karena ada temuan baru oleh petugas evakuasi SAR, Bakamla dan BNPB serta TNi dan Polri. Petugas Bakamla misalnya, kemarin menemukan lima jenazah mengapung di laut. Sementara tim pencari SAR lainnya menemukan jenazah jenazah di pulau sekitar Selat Sunda. Ada jenazah ditemukan di pulau Mangir. Seperti diketahui, kawasan Selat Sunda wilayah Banten, terdapat sejumlah wilayah menarik yang kerap menjadi tujuan wisata dan sebagian wilayah lainnya merupakan kawasan masih terisolir. Ada wilayah Sumur yang sampai sekarang sulit ditembus, padahal dalam pantauan udara tim RRINET, wilayah tersebut termasuk yang parah seperti Tanjung Lesung. Pulau-Pulau Oar, Umang, Badul, Mangir, dan Handeleum Ujung Kulon juga berpotensi untuk kemungkinan korban lainnya. Potensi korban tewas ini perlu disegerakan penanganannya, sebab jenazah yang sudah lebih dari dua hari tidak diurus akan potensi menimbulkan penyakit berbahaya. Aparat di sana memang sudah dibekali dengan vaksin tetanus, akan tetapi masyarakat awam tidak semuanya terdidik. Masyarakat awam memang tidak dilibatkan dalam pencarian, akan tetapi mereka tetap punya potensi bahaya. Karena itu, perlu ada langkah strategis untuk meningkatkan jumlah crew pencari. Sebab ternyata, Tsunami Selat Sunda ini, menimbulkan korban tewas yang cukup besar. Jumlah korban tewas inilah yang perlu segera dievakuasi, selain juga menangani pengungsi dan korban yang masih hidup.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00