• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kedamaian di Balik Bencana Alam Tsunami Selat Sunda

25 December
00:02 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Dua hari menjelang peringatan Hari Natal,   Indonesia kembali berduka dengan terjadinya Tsunami  Selat   Sunda yang telah memakan korban jiwa. Harta  benda yang tak  ternilai harganya dan sulit  jika dinilai dari unsur materi saja sebab akibat musibah tersebut ratusan manusia  nyawanya melayang. 

1459 orang  mengalami luka-luka 128 orang hilang, 688 rumah rusak, 69 unit Hotel, 420 perahu rusak berat, 60 unit warung   rusak berat, masih banyak lagi korban berjatuhan  dan  lebih dari 5  ribu orang saat ini dalam pengungsian akibat  Tsunami Selat Sunda. 

Musibah yang menimpa  bangsa Indonesia sesungguhnya  bukan yang pertama, bahkan belum  hilang dari ingatan kita  gempa bumi di Lombok. Begitu juga jerit dan tangis saudara saudara kita yang terlena korban bencana Palu Donggala yang hingga kini masih belum seluruhnya berhasil dievakuasi. Kini musibah kembali datang disaat kaum Nasrani  yang akan memperingati Hari Natal.

Pertanyaannya  mengapa musibah datang silih berganti. Jawabnya tentu kita   semua  tidak tahu pasti  apakah ini suatu cobaan atau hukuman dari Allah  SWT. Jika ini suatu cobaan  tentu kita harus  tabah dan sabar untuk menghadapinya.  Namun jika ini hukuman maka kita harus bertaubat dan  kembali ke jalan  benar. 

Sebagai manusia tentu kita harus memiliki rasa simpati dan empati kepada saudara saudara kita yang kini  sedang tertimpa musibah,  baik yang kehilangan  anak istri, suami atau yang kehilangan harta benda dengan berbagai cara,  baik bantuan dalam bentuk  materi maupun dalam bentuk lain,  tenaga, pikiran  paling tidak kita  membantu doa.

Momentum  Hari Natal ini,  mari kita saling membantu sesama warga negara yang memerlukannya dengan terus menggelorakan semangat perdamaian toleransi  agama dan  tetap menjaga nilai nilai persatuan dan kesatuan. 

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00