• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Dugaan Pelanggaran HAM yang Terjadi pada Muslim Uighur di Xinjiang

22 December
12:39 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Permaslahan Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang Cina kembali menjadi sorotan dunia pasca laporan Jurnalisme investigatif yang dilakukan kantor berita Asosiated Press. Reaksipun muncul di mana mana baik di Indonesia maupun negara lain. Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsudin menyatakan seyogyanya pemerintah Indonesia bersuara atas nasib muslim Uighur. Ketua Komisi I DPR RI Abdul.Kharis Almashari juga meminta pemerintah RI mendesak Pemerintah Cina untuk melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan terjadi pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur di Xinziang. Begitu juga Wakil Presiden Yusup Kalla juga turut prihatin atas terjadi tindakan yang terjadi pada umat Islam Uighur Cina. Sementara itu Konsul Jendral RRC Gun Jinggi di Surabaya mengatakan masalah yang terjadi dan dialami oleh suku Uighur adalah persoalan separatis dari sebagian kecil warga setempat yang menganut paham radikal. Menurut Gun Jinggi Konstitusi Cina sangat menghormati dan melindungi umat beragama serta keberagaman warganya. Pertanyaannya apa yang sesungguhnya terjadi di Xinziang, apakah benar tindakan yang dilakukan oleh Otoritas Cina merupakan kegiatan latihan atau memang ada pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur. Kasus yang terjadi di Xinziang memang tidak sedahsyat dan sehebat kasus yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar, namun seharusnya negara negara Islam peka dan konsen terhada perlakuan terhadap kaum muslimin di Xinjiang. Dalam laporan Amnesty Internasional, sekitar 1 juta penduduk Uighur mengalami penyiksaan dan tidak diketahui nasibnya ketika dimasukkan ke kamp kamp pendidikan. Sebagai negara muslim terbesar di dunia dan miliki hubungan bilateral baik dengan Cina bisa dimanfaatkan untuk menjembatani dalam menyelesaikan persoalan nasib Muslim di Uighur cina. Indonesia harus bersikap tegas terhadap persoalan ini dan mengajak negara negara Islam untuk membantu menyelesaikan nasib kaum muslim di Xinziang Cina dengan mencari fakta fakta yang terjadi, apakah benar benar ada pelangaran atau tidak. Jika benar terjadi pelanggaran tentunya harus dihentikan jangan sampai karena Cina negara besar negara megara negara Islam takut untuk melakukan protes dan kecaman terhadap Cina.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00