• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Jalan Raya Gubeng Surabaya Amblas, Salah Siapa ?

21 December
19:05 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika memastikan bahwa amblesnya Tanah di Jalan Gubeng, Surabaya bukan disebabkan peristiwa Liquifaksi. Menurut BMKG, seperti yang dinyatakan Kepala Pusat Informasi Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Triyono, di lokasi tidak terdapat tanda tanda gesekan atau pergerakan lempeng bumi. 

Penjelasan tersebut cukup menenangkan masyarakat, sebab peristiwa ambles jalan Gubeng bersifat sangat lokal. Polisi sendiri lebih memfokuskan penyelidikan terhadap aspek administrasi dan perizinan. Sudah beberapa pekerja diperiksa terkait kasus tersebut. Apalagi secara faktual ada kabar tentang proses pengerjaan hingga basement lantai tiga ke bawah tanah. 

Masih dalam paparan kasus amblesnya jalan Gubeng, sesungguhnya ada fakta juga yang tampak secara kasat mata, yakni jalan ambles dan potensi gedung tetangga yang sangat berdekatan. Kawasan Jalan Gubeng sendiri sangat fenomenal dan klasik serta berdiri sejumlah bangunan tinggi. Posisi demikian sebenarnya potensi mengarah langsung pada kawasan ambles. 

Demikian maka, para pakar geologi dan BMKG, ada baiknya tidak menyimpulkan secara dini sebelum penyelidikan dan pantauan instansi terkait diterbitkan secara resmi. Hal ini bukan dimaksudkan untuk  membuat warga resah, akan tetapi dimaksudkan kewaspadaan tetap sesuatu yang penting. 

Peristiwa tanah ambles memang sudah pernah terjadi di sejumlah wilayah. Di Inggris tahun 2015  pernah terjadi tanah ambles. Kemudian di Sukabumi tahun 2018 juga tanah ambles. Semuanya tanpa korban jiwa. Upaya perbaikan tampaknya segera dilakukan, akan tetapi sangat sedikit orang yang concern kepada penyebab dan menjelaskan dala bentuk literasi publik.  

Di Sukabumi misalnya, ambles disebabkan struktur tanah yang relatif lapuk dan sering terkena air. Di Inggris akibat gas. Laporan laporan semacam ini perlu terus disampaikan
 melalui  proses literasi. Apa yang terjadi di Gubeng juga demikian, yakni tidak cukup selesai pada penyelidikan polisi, namun pada faktor penyebab dan akar masalahnya. 

Penyelidikan polisi dan penelitian geologis perlu dilakukan secara paralel hingga tuntas agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan di kemudian hari.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00