• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Operasi Tangkap Tangan Pejabat Kemenpora

20 December
08:54 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Lagi-lagi KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan. Sasarannya kali ini adalah, oknum pejabat di kemenpora, dan oknum pengurus di Komite Olahraga Nasional Indonesia-KONI. 

Kenapa KPK menyasar oknum pejabat di Kemenpora dan pengurus di KONI, karena KPK menemukan Indikasi kuat, adanya praktek kotor pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI. 

Dari pemeriksaan awal yang dilakukan KPK, total dana yang akan dihibahkan dari Kemenpora ke KONI berjumlah puluhan miliar rupiah. Penyaluran dana hibah itu dilakukan secara bertahap. Setiap penyaluran, Deputi IV Prestasi Olahraga Mulyana diduga menerima hadiah dari KONI. 

Pertanyaannya kemudian, mengapa KONI harus mengeluarkan dana 300 juta rupiah untuk pejabat Kemenpora demi memuluskan bantuan dana hibah ini. 

Kita berharap KPK dapat mengungkap tuntas kasus tersebut,  jangan sampai, pencairan dana hibah, dijadikan ladang korupsi bagi oknum pejabat di Kemenpora. Yang paling penting jangan sampai, pembinaan prestasi olahraga, di Indonesia menjadi mandeg karena anggarannya di cincai. 

Kita apresiasi, langkah yang akan ditempuh KPK, untuk mendalami aliran dana hibah untuk IOC (Komite Olimpiade Internasional) dan Dana Asian Games 2018.

Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Brata  dalam penjelasannya ke PRO3-RRI, menyebutkan, Inspektorat Kemenpora telah melakukan pengawasan berlapis. Termasuk melakukan monitoring dan pendampingan dari BPKP. Jika pengawasan sudah dilakukan dengan benar dan berlapis, mustahil praktek kotor pencairan dana Hibah dari Kemenpora ke KONI terjadi. 

Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK,  membuktikan bahwa, lemahnya pengawasan yang dilakukan inspektorat di Kemenpora. 

Kita berharap, operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK, dapat membuka tabir kongkalikong penyaluran dana hibah di Kemenpora. 

Tentang Penulis

Rahman Rifai

Redaktur Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00