• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Mengukur Elektabilitas Capres Cawapres di 3 Bulan Masa Kampanye

18 December
05:17 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sejak genderang kampanye dimulai bulan September lalu, Capres dan Cawapres terus membangun kekuatan untuk mencari dukungan publik dengan berbagai cara dan strategi ada yang blusukan ke pasar pasar tradisional dan ada juga yang turun ke pondok pondok pesantren sekaligus mensosialisasikan dirinya sebagai kandidat capres dan cawapres pada pilpres 2019. Upaya kerja keras itu dilakukan sekaligus untuk.meningkatkan elektabilitasnya. Pada bulan September lalu pasangan capres cawapres Jokowi - Maruf Amin berada pada angka 57 persen, sementara padangan Prabowo Sandiaga Uno berada pada angka 32 %. Namun pada bulan Desember ini kekuatan dukungan dan elektabilitas mengalami persaingan yang cukup ketat. Pasangan Jokowi Ma'rup Amiin tidak mengalami peningkatan elektabilitasnya berada pada angka 36 %, sedangkan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto justru trennya berada pada angka 34 %. Dengan hasil ini maka persaingan semakin ketat. Pertanyaannya mengapa elektabilitas Jokowi menurun padahal berbagai strategi terus dilakukan, namun hasilnya justru Jokowi turun sangat signifikan. Ini berbeda ketika Presiden SBY yang ingin maju ke Pilres 2018 elektabilitas mencapai 60 persen sehingga pada saat itu SBY dipasangkan dengan siapapun peluang menangnya cukup besar. Artinya peluang Jokowi untuk kembali terpilih belum dapat dipastikan. Wakil sekretaris tim Sukses pasangan nomor urut 01 Raja Juli Antoni mengatakan turunnya elektabilitas Jokowi akibat sibuk mengklarifikasi berbagai isu yang terbaru. Seperti isu mahalnya barang barang kebutuhan pokok tim suksesnya Jokowi sering terkesan tedak menanggapi berbagai isu yang terjadi di masyarakar dan yang tidak kalah pentingnya penyebab turunnya elektabilitas Politik adalah pernyataan Jokowi yang muncul seprti ganda ruwo sontoloyo dan yang perlu mendapat perhatian adalah Tim sukses Jokowi yang terkesan monoton dan linear. Tentu kita semua menyadari bahwa elektabilitas bukanlah harga mati untuk memenangkan sebuah pertarungan perebutan kemenangan namun kita juga tidak membantah kalau elektanilitas sampai saat ini dijadikan acua mengukur kekuatan seseorang dalam pemilukada maupun pemilu presiden. (Foto : Islami.com)

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00