• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Bongkar Habis Kasus Pembuangan KTP Elektronik di Duren Sawit

12 December
08:15 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penemuan hampir sekarung KTP Elektronik atau sekitar  2.000 KTP di  Duren Sawit, Jakarta Timur kembali menjadi sorotan dan   perhatian serius dari publik. 

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu juga ditemukan sekitar 6000 KTP elektronik yang tercecer  dari truk di Salabenda, Bogor dan adanya laporan jual beli blanko  serta pemalsuan E-KTP di jalan Pramuka, Jakarta Pusat. 

Begitu mendapatkan laporan adanya temuan pembuangan  KTP, Polisi   dengan  cepat dan sigap menyelidiki alur pemegang KTP tersebut dan   mencari pihak yang seharusnya bertanggung jawab. 

Para penyidik tentunya  mempelajari SOP penyimpanan terhadap KTP elektronik yang sudah kedaluwarsa serta  mengetahui aturan yang berlaku.
Sebab, temuan KTP tersebut merupakan KTP kedaluwarsa, buatan tahun2011 - 2013.

Sebagaimana diketahui bahwa KTP elektronik ini tercecer dan sempat dimainkan anak - anak sebelum akhirnya diketahui oleh ketua RW setempat.

Polisi  juga sudah  berkoordinasi dengan petugas Ditjen Dukcapil, Departemen Dalam Negeri dan sedang mengusut kasus penemuan kartu identitas warga negara Indonesia itu.

Sementara itu,  pihak Kementerian Dalam Negeri mencurigai pelaku dalam kasus  KTP Bogor dan Duren Sawit memiliki persamaan dan alibinya kemungkinan dilakukan dengan modus  yang sama.

Diindikasikan  juga bahwa  oknum yang terlibat dalam kasus  ini diduga merupakan orang yang sama, terlihat dari modus dan   beberapa bukti yang sudah dianalisa.

Kita berharap  mudah-mudahan kasus ini dapat dibongkar habis dan cepat diproses agar kita tahu motifnya, karena mereka telah membuat gaduh dan melakukan tindak pidana. 

Sementara itu, berhubungan dengan  kasus jual-beli blangko dan pemalsuan KTP-Elektronik berpotensi menyebabkan malpraktik dalam pemilu serentak 2019.

Sebab, KTP-Elektronik sendiri menjadi satu-satunya dokumen yang bisa digunakan untuk memilih dalam pemilu nanti. 

Kita berharap  Komisi Pemilihan Umum harus yakin bahwa mekanisme yang sudah disiapkan menghadapi pemilu serentak 2019 bisa menangkal keberadaan pemilih palsu.

Selain itu, kita juga berharap  masalah e-KTP ini harus ditanggapi serius, karena bisa menciderai proses demokrasi.

Mengingat  proses penyelidikan dari penegak hukum sedang dilaksanakan, maka  masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh informasi negatif apapun terkait kasus E-KTP  dan adanya indikasi kecurangan menjelang Pemilu 2019.

Tentang Penulis

Alit Wiratmaja

< h3 class="r" sans-serif background-color:#ffffff;"><a href="https://www.antaranews.com/berita/212606/alit-wiratmaja-terpilih-menjadi-anggota-dewas-rri" Wiratmaja</a> </h3>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00