• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Indonesia Rawan Banjir, Perlu Kewaspadaan Tinggi untuk Tanggap Bencana

11 December
16:40 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Indonesia merupakan negara rawan banjir dan longsor. Faktor yang menyebabkan banjir dan longsor, bukan hanya hujan deras, namun juga dari hasil resultan dampak perubahan iklim global, perubahan penggunaan lahan, bertambahnya jumlah penduduk, urbanisasi, kemiskinan, kerentanan, dan sebagainya yang menyebabkan banjir dan longsor meningkat. 

Berdasarkan peta bencana yang dimiliki Badan Nasional Penangulangan Bencana  di Indonesia terdapat 315 kabupaten/kota yang berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari banjir. Dan terdapat jumlah penduduk 61 juta jiwa di daerah tersebut. Sedangkan untuk longsor ada 274 kabupaten/kota yang berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari longsor dengan jumlah penduduk 40,9 juta jiwa. Daerah rawan banjir meliputi sepanjang pantai timur Sumatera, Pantura, pesisir Kalimantan, daerah-daerah di sepanjang sungai dan lainnya. 

Wilayah yang perlu memperoleh perhatian khusus banjir adalah Kota Medan, wilayah Riau, wilayah di Jambi sebagian Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kemudian untuk daerah rawan longsor yang perlu memperoleh perhatian serius adalah daerah-daerah pegunungan dan perbukitan yang banyak penduduknya. 

Setiap bencana banjir menghadang, BPBD menganggap semua daerah rentan bencana sehingga sudah sepatutnya setiap orang senantiasa waspada tidak dapat ditentukan apakah bencana itu akan menimpa dataran rendah ataupun dataran tinggi. 

Melihat kondisi tersebut  maka tentu dibutuhkan koordinasi bersama seluruh eleman baik dari pemerintah ataupun pihak swasta diantaranya TNI-Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta Dinas Sosial dan sebagainya yang fungsinya juga sebagai ujung tombak dalam penanggulangan bencana.

Koordinasi seluruh elemen juga diharapkan memudahkan langkah evakuasi atau penanganan tanggap bencana jika akhirnya terjadi.  Kita juga mendesak agar segera dibangun posko posko  di daerah yang terkena bencana tentu dengan koordinasi kepala daerah dan BPBD kabupaten, pengiriman logistik termasuk para relawan dan kekuatan eksternal yang ada.

Meski terkesan klise bahkan mungkin ada yang menilainya bernuansa sekadar formalitas, namun peringatan dini ini pada hakekatnya begitu penting untuk menjadi perhatian kita semua.

Tentang Penulis

Besty Charmin Simatupang

Redaktur Senior Pro3 RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00