• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Ribuan Petani Menjerit, Harga Homoditas Mereka Anjlok

10 December
10:17 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Dalam beberapa bulan ke depan,  bangsa ini memang sedang dihangatkan oleh suhu politik. Suasana ini lebih hangat lagi karena ada kompetisi calon presiden dan para calon anggota lesgislatif dalam pemilu serentak tahun 2019. Namun tahukah kita,  bahwa di tengah kehangatan dan bahkan kegaduhan politik itu, ada ribuan petani yang hidupnya menderita. 

Dalam catatan,  setidaknya ada 120 ribu orang menggantungkan hidupnya dari komoditi kopra di Sulawesi Utara. Namun apa daya,  harga Kopra cuma 3 ribu rupiah per kilogram. Padahal,  untuk bikin kopra modalnya hampir 5 ribu rupiah per kilogram. 
Di Sumatera Selatan,  harga karet alam juga terjun bebas. Kabarnya tinggal harga 3 ribu rupiah per kilogram. 

Sementara itu di kawasan Solok juga Brebes Jawa Tengah,  harga komoditas bawang merah juga mengkhawatirkan. Petani cenderung rugi,  padahal biaya produksi sangat tinggi,  apalagi biaya produksi saat musim kemarau lalu. 

Ini semua fakta betapa hiruk pikuk politik tidak berpengaruh pada kesejahteraan petani. Apalagi saling memberikan komentar antara calon presiden dan calon wakil presiden serta terutama para tim suksesnya pada masalah yang tidak substansial. 
Sejatinya,  pembicaraan di area publik sudah menyangkut gagasan dan strategis. 

Dapat dibayangkan,  semua usulan solusi bagi para petani yang kesulitan menjual harga komoditi secara layak, baru berupa statement. Ada yang bilang karet akan digunakan campuran aspal,  ada yang bilang produksi bawang merah untuk ekspor,  ada yang bahkan menyebut akan mengecek harga kopra ke Rotterdam Belanda.

Ini miris,  tidak strategis dan sistematis. Sebab,  fluktuasi harga komoditi sudah sering terjadi bertahun tahun. Tapi mengapa baru keluar rencana tahun ini. Sejatinya,  persoalan yang berlangsung rutin dapat dipecahkan permasalahannya jauh jauh hari. 

Ironi sebuah negeri agraris. Bumi pertiwi menyediakan hasil melimpah,  namun tidak dapat mensejahterakan penghuninya. Semoga tahun ini adalah tahun terakhir musibah anjloknya harga komoditas pertanian dan perkebunan. Kita ingin negeri agraris ini mensejahterakan petani dan membahagiakan mereka,  agar banyak orang tetap makmur menjadi petani. 
Politik itu penting,  apalagi untuk pemilu,  namun bangsa ini perlu gagasan startegis dan substantif yang mampu mengatasi banyak problema di tanah air, termasuk problema anjloknya harga sejumlah komoditas pertanian dan perkebunan tahun ini. 

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00