• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Polemik Korupsi Di Indonesia

3 December
07:35 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Baru baru ini ada pernyataan seorang petinggi PDI perjuangan mengenai korupsi di Indonesia. Salah satu statement tersebut kuga menyinggung perilaku Korupsi pada era presiden sebelumnya,  yakni pada zaman presiden Soeharto.

Pada era  orde baru banyak pihak menyebut era yang banyak korupsinya,  sehingga muncul aksi mahasiswa 1998 dengan thema besar anti KKN, Korupsi,  Kolusi dan Nepotisme.
Pada era setelah orde baru atau yang dikenal era reformasi,  ternyata perilaku korup masih banyak. Pada zaman pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ada yang korupsi,  pada era Presiden Megawati Soekarnoputri ada yang melakukan Korupsi, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga ada yang melakukan korupsi.  

Pada era pemerintahan Presiden Jokowidodo juga tetap ada yang melakukan korupsi. Indonesia Corruption Watch,  ICW menyebut bahwa Korupsi era Presiden Jokowidodo tetap tinggi. Persoalannya kemudian,  apakah era orde baru memang sebagai muasal perilaku korup atau ada era sebelumnya.?.

 
Mengutip seorang peneliti,  yang dipublikasikan tirto. Id,  Peter Carey, dalam pengantar buku Korupsi dalam Silang Sejarah Indonesia dari Daendels tahun 1808-1811 sampai Era Reformasi tahun 2017, Peter Carey menggarisbawahi bahwa masih mewabahnya praktik korupsi pasca-reformasi kerana ketiadaan pergeseran paradigma yang signifikan dari era feodal Jawa dan zaman reformasi pasca-Mei 1998 .  

Artinya, perilaku korup di negeri ini berlangsung sejak zaman penjajahan.  Satu maskapai perdagangan Belanda VOC,  bangkrut karena korupsi.  Kolaborasi kaum kolonial belanda dan feodal turut menyumbang perilaku korup.

Ketika sampai sekarang masih ada korupsi,  maka hasilnya bukan sekedar diukur dari kuantitas penangkapan pelaku korupsi atau pada zaman presiden siapa korupsi palibg banyak,  tapi bagaimana proses pemahaman paradigma anti korupsi itu dibangun.

Pada akhir abad 18, Inggris dilanda perilaku korup yang luar biasa dan mereka coba bangkit melawan korupsi. Diperlukan waktu 150 tahun bagi Inggris untuk menjadi nehara yang bersih.  Bagaimana dengan Indonesia..?, Kita harus yakin prosesnya baik,  namun jalannya maju mundur.

Saat ini,  menurut Transparancy Internasional,  indeks persepsi korupsi Indonesia mendapat nilai 37. Angka itu sama antara 2016 dan 2017, namun sayangnya peringkat korupsi Indonesia justru menjadi turun.  Bila pada tahun 2016 berada pada posisi 90 Maka pada tahun 2017 menjadi 96. Semakin jauh urutan,  maka persepsi terhadap negara tersebut semakin korup .

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00