• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Apa Kabar Kebijakan Plastik Berbayar ?

28 November
08:48 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penggunaaan  bungkus plastik di Indonesia tergolong sangat tinggi, yaitu 9,8 miliar bungkus plastik per tahun, atau nomor dua di dunia setelah Republik Rakyat Tiongkok.

Dapat dibayangkan demikian  besar dampak dari konsumsi bungkus plastik tersebut yang dapat mencemari lingkungan dan bahkan mengakibatkan polusi yang membahayakan manusia, dan  kehidupan makhluk hidup.

Sebagai salah satu  contoh,  kematian seekor ikan paus jenis sperma di Wakatobi juga diduga mati akibat memakan sampah plastik, disamping menggunungnya sampah plastik mengakibatkan tersumbatnya saluran air dan terjadi banjir.

Dominika merupakan salah satu negara yang melarang penggunaan plastik, namun Indonesia tentunya tidak melarang total penggunaan plastik. 

Untuk  menjaga dan mengurangi tingkat kerusakan lingkungan yang lebih parah, maka kebijakan Pemeritah Indonesia yang pernah dilakukan  tentang kantong plastik berbayar itu sebetulnya cukup rasional.

Walaupun ada pihak yang menyatakan  bahwa kantong plastik berbayar  itu menyulitkan konsumen yang berbelanja di toko modern. Masyarakat nampaknya  belum sepenuhnya siap dengan kebijakan ini dan belum adanya kesadaran terhadap dampak dari  penggunaan plastik dan belum sadar disiplin membuang sampah  pada tempatnya.

Asosiasi Peritel Indonesia  sebetulnya telah mematuhi Surat Edaran Direktur Jenderal lingkungan hidup dan  Kehutanan tentang Pengurangan Sampah Plastik Melalui Penerapan Kantong Belanja Plastik Sekali Pakai Tidak Gratis.

Kebijakan pelaksanaan penggunaan kantong plastik berbayar itu pernah dilaksanakan, namun akhirnya dihentikan akibat kritikan publik dan terjadinya pro dan kontra. Selain  adanya tuntutan hukum,   karena dianggap memungut biaya tanpa berdasarkan peraturan hukum yang kuat. 

Peritel dan konsumen tentunya menunggu Peraturan  Menteri Lingkungan Hidup terkait Penerapan Kantong Plastik Tidak Gratis,  agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan tujuan bersama.

Potensi penerimaan negara  maupun penerimaan daerah dari kantong plastik berbayar tentunya sangat besar untuk dapat dimanfaatkan kembali pada usaha pelestarian lingkungan.
Penerapan ujicoba kebijakan kantong plastik berbayar diakui mampu menekan konsumen dalam mengurangi jumlah penggunaan kantong plastik. 

Berdasarkan sebuah survai bahwa dengan penerapan kebijakan kantong plastik berbayar dapat mengurangi pemakaian kantong plastik hingga hampir 83 persen, sedangkan  di negara-negara Eropa  mampu menekan konsumsi plastik hingga 70 persen. 

Semestinya dengan  kebijakan  tersebut dapat membawa perubahan perilaku konsumen saat berbelanja di ritel modern, misalnya membawa bungkus  atau tas sendiri saat berbelanja, serta tidak meminta kantong plastik secara berlebihan.

Oleh sebab itu, payung  hukum yang kuat dapat menjadi kunci yang sempurna dalam penerapan program kantong plastik berbayar, disamping kesadaran konsumen terhadap bahaya penggunaan plastik  justru lebih penting. 

Mari kita melakukan  aksi peduli terhadap lingkungan dan melakukan perlindungan, terutama polusi plastik yang telah meracuni laut dan tanah, yang telah merusak planet bumi ini.

Ayo kita kumandangkan Genderang Perang Melawan Sampah Plastik.

Tentang Penulis

Alit Wiratmaja

< h3 class="r" sans-serif background-color:#ffffff;"><a href="https://www.antaranews.com/berita/212606/alit-wiratmaja-terpilih-menjadi-anggota-dewas-rri" Wiratmaja</a>&nbsp;</h3>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00