• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Mengukur Kekuatan Capres dan Cawapres di Pemilu 2019

27 November
09:52 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Meski Pemilu masih berlangsung lama tepatnya tanggal 17 April tahun depan, namun upaya untuk merebut suara khususnya capres dan cawapres baik capres petahana maupun capres penantangnya. 

Berbagai isu baik agama, nasionalis, suku bahkan adat istiadat dan budaya juga dijadikan senjata yang ampuh untuk mencari dukungan suara sebanyak banyaknya. Termasuk juga perebutan pemilih milineal juga menjadi rebutan para kandidat baik capres maupun caleg. Hal ini tidak terlepas jumlah pemilih mileneal berjumlah sekita 40 % atau sekitar 79 juta jiwa.Tentu ini sangat menggiurkan untuk merebut  kemenangan.

Berdasarkan hasil survei terakhir di tiga lembaga survei pasangan petahana unggul cukup signifikan, namun ini bukan berarti pasangan petahana dapat dipastikan  tampil kembali menjadi pemenangnya sebab perjalanan kampanye masih sangat panjang segala kemungkinan bisa saja terjadi. 

Tapi yang menarik adalah saat ini adanya kehawatiran efek  kemenangan Donal Tramp akan berimbas dalam pemilu Presiden.

Pertanyaannya adalah seberapa besar pengaruh effek Donald Trump terhadap Donald Trump yang menang  Hilary karena banyaknya pemilih golput sehingga  Hilary Clinton kalah dari Donald Trump karena sebagian besar yang golput itu adalah pendukun Hilary Clinton.

Jika kita mencermati karakter pemilih di Indonesia  rasanya tidak bisa disamakan dengan pemilih di Amerika di Indonesia masyarakat  dalam memilih pemimpin masih banyak yang tidak realistis. Artinya bukan semata mata calon yang dipilih benar benar berkualitas, bersih, jujur dan memiliki Integritas yang tinggi. Tetapi masih banyak pemilih yang tidak realistis yang  lebih cendrung menjalankan politik identitas agama, ras dan money politik yang sering terjadi dalam masyarakat sehingga calon yang berkualitas jika tidak punya kelebihan  harta, poluleritas  akan memgalami kesulitan untuk memenangkan pemilu.

Kini para kandidat akan terus merawat konstituennya agar tidak berpaling  karena janji janji surga. Atas dasar itulah yang  harus  dicermati oleh para pemilih dalam menentukan pilihannya harus berdasarkan  kualitas, bersih, amanah dan memiliki  Integritas yang baik.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00