• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Indonesia Tidak Lolos Penyisihan Grup, Salah Siapa?

22 November
19:05 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai itulah ungkapan yang paling tepat bagi Tim Nasional Sepakbola Indonesia yang harus tersingkir di babak penyisihan Grup B Kejuaraan Sepak Bola Piala AFF 2018.

Kepastian Indonesia gagal maju ke babak berikutnya setelah tadi malam tuan rumah Filipina bermain imbang 1-1 dengan Thailand di Stadion Panaad, Filipina. Dengan hasil ini Filipina dan Thailand mengumpulkan nilai 7 dari hasil tiga kali bertanding, dua kali menang, satu kali seri. Sedangkan Indonesia sampai saat ini baru mengumpulkan nilai 3 hasil dari 3 kali bertanding, satu kali menang dan dua kali kalah. 

Sisa satu pertandingan lainnya Indonesia menghadapi Filipina pada tanggal 25 November mendatang tidak akan mampu mengejar nilai yang diraih Thailand dan Filipina.

Satu tim lainnya yang masih berpeluang melaju ke babak berikutnya adalah Singapura yang saat ini berada di urutan ketiga, dengan nilai enam hasil dari 3 kali bertanding, dua kali menang dan satu kali kalah. Jika dalam pertandingan terakhir menghadapi Thailand, Singapura dapat mengalahkan Thailand maka Singapura dipastikan melaju ke babak berikutnya. Namun, jika kalah atau imbang, Thailand lah yang lolos ke babak berikutnya, bersama Filipina. 

Kegagalan Indonesia lolos ke babak berikut sungguh mengecewakan publik sepak bola Indonesia. Sebab, masyarakat menaruh harapan besar terhadap tim asuhan Bima Sakti ini, dan prestasi ini merupakan prestasi yang sangat buruk sepanjang sejarah penyelanggaran kejuaraan sepak bola piala AFF selama 20 tahun terakhir. 

Indonesia di kejuaraan ini sesungguhnya pernah mencapai prestasi maksimal lima kali tampil di babak final masing-masing tahun 2002, 2004, 2010, dan terakhir 2016.

Pertanyaannya adalah, mengapa Indonesia gagal pada kejuaraan sepak bola AFF tahun ini? Padahal sebelumnya Indonesia digadang-gadang akan tampil sebagai tim favorit merebut gelar juara. Jawabannya tentu beragam, namun yang paling mendapat perhatian publik adalah kegagalan tim nasional Indonesia disebabkan PSSI tidak tepat menunjuk pelatih Bima Sakti yang dinilai belum matang untuk menangani sebuah tim besar yang memiliki beban begitu berat, dan Bima Sakti ternyata benar belum mampu membawa tim ini dan sangat berbeda ketika tim nasional ini ditangani pelatih Luis Milla. Permainan dengan pola pemain yang profesional dan benar-benar tersusun rapi dari bawah ke atas pola serangan dibangun pemain-pemain Indonesia. 

Namun kali ini ketika ditangani Bima Sakti terkesan pemaina-pemain tanpa pola yang jelas dan rasa percaya diri pemain terkesan ragu dan tidak maksimal. Tentu ini kiranya menjadi pelajaran bagi PSSI agar tidak menentukan pelatih sebuah tim besar dengan gegabah, dengan hanya mempertimbangkan biaya lebih kecil, tanpa mempertimbangkan hasil. Dengan kata lain PSSI tidak boleh lagi coba-coba dalam menentukan pelatih karena yang dipertaruhkan adalah nama negara dan nama bangsa yaitu, Indonesia.    

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00