• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Memilih Caleg Pemilu 2019 bagai Membeli Kucing dalam Karung

9 November
08:49 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Masa kampanye Pemilu 2019 yang   dimulai sejak tanggal 23 September 2018 lalu  sesungguhnya merupakan  ajang untuk para calon anggota legislatif  baik DPR maupun DPRD  mempromosikan dirinya kepada publik untuk mendapat dukungan  suara dari  masyarakat. Namun ternyata  sampai saat ini masih banyak calon anggota DPR  maupun DPRD yang tidak  mau  memperkenalkan data pribadinya kepada masyarakat. 

Peneliti  Forum Masyarakat Peduli Parleman  Indonesia Lucius Karus mengatakan dari penelusuran daftar caleg sementara dan Daftar Caleg tetap terdapat  3531 caleg yang tidak mau mempublikasikan data profilnya dan hanya 4460 caleg  yang memiliki data profil lengkap. Jika diprosentasekan sebanyak 51 persen caleg yang memiliki data profilnya dan 49 persen yang data profilnya tidak ada. 

Partai Politik yang calegnya keberatan  mempublish data profilnya  Parpol Garuda, Parpol Berkarya, Perindo, Hanura, Demokrat  dan PKPI. Dan yang mencengangkan sejumlah Ketua dan Sekjen Partai juga ada yang keberatan mempublish data profilnya. 

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa  para caleg tersebut engga  mempromosikan dirinya  pada masa kampanye. Bukankah masa kampanye adalah masa sosialisasi program partai dan Caleg untuk mendapat dukungan masyarakat.  Jawabnya adalah  ada kecendrungan calon yang bersangkutan memiliki sejarah yang kurang baik  sehingga ada kehawatiran promosi data pribadi malah menjadi  persoalan. Atau caleg tersebut tidak perlu kampanye dan beradu program  sebab ada masyarakat di tempat tertentu  pelaku pemilih tidak perlu program yang penting di hari pemungutan suara ada sesuatu dari para caleg dan ini banyak terjadi selama ini. 

Terlepas apapun alasannya  Caleg yang keberatan mempromosika  jati dirinya  akan. mempersulit  untuk menentukan pilihannya karena tidak mengetahui  rekam jejaknya apakah caleg ini benar benar  caleg yang bersih dari Korupsi  atau kasus kasus terlarang lainya seperti narkoba  dan lainnya. 

Bertitik tolak dari persoalan ini masyarakat harus cerdas dalam menentukan pilihannya jangan hanya karena uang dan janji janji syurga tanpa melihat rekam jejaknya langsung memilih caleg tersebut. Ini ibarat kita membeli kucing dalam karung.

Jika nantinya banyak  caleg caleg  seperti ini   alangkah menyedihkan bangsa ini dipimpin oleh orang orang yang tidak amanah, tidak cerdas dan tidak berkualitas  yang  berakibat  semakin rendah kualitas anggota dewan kita.

Tentang Penulis

Yanto Prawironegoro

ypn1964@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00